- Kombes Pol Sumarni membantah keras keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.
- Klarifikasi tersebut merespons isu media sosial yang mengaitkan namanya dengan praktik rasuah mantan petinggi Badan Gizi Nasional.
- Komunikasi Sumarni dengan pihak terkait bertujuan membantu pembangunan sarana gizi di Pondok Pesantren Buntet tanpa transaksi keuangan.
SuaraJabar.id - Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sumarni, memberikan klarifikasi tegas terkait isu liar yang menyebut namanya masuk dalam pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Mantan Kapolres Sukabumi Kota ini membantah keras adanya keterlibatan dirinya dalam praktik rasuah yang tengah disidik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tersebut.
Kombes Sumarni menjelaskan bahwa komunikasi yang pernah ia jalin dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, bukan berkaitan dengan bagi-bagi proyek atau aliran dana ilegal.
Komunikasi tersebut terjadi saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Cirebon dan berkaitan dengan kepentingan sosial-keagamaan.
"Saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional. Dulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," tegas Sumarni, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Minggu (14/6/2026).
Ia menjamin bahwa seluruh obrolan dengan pihak BGN saat itu bersifat kedinasan dan tanpa adanya transaksi keuangan terselubung. "Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar, dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun," imbuhnya.
Nama Kombes Sumarni mulai dikaitkan publik setelah munculnya unggahan liar di media sosial yang mencantumkan deretan nama pejabat, politikus, hingga aparat yang diduga terlibat korupsi MBG. Unggahan tersebut muncul berbarengan dengan manuver Sony Sonjaya yang mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC).
Sumarni membeberkan fakta bahwa dirinya sering menerima keluhan dari masyarakat yang merasa diberi janji palsu atau "PHP" oleh pihak BGN terkait pembangunan dapur gizi (SPPG).
"Banyak yang mengadu kepada saya karena merasa janji SPPG tidak kunjung terealisasi. Atas dasar itu, saya berinisiatif diskusi dengan beliau (Sony Sonjaya), meminta kejelasan komitmen tersebut agar tidak mengecewakan masyarakat," jelas perwira yang pernah menakhodai Polres Sukabumi Kota periode 2020–2021 tersebut.
Baca Juga: Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
Sejauh ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang tersangka dalam skandal yang merugikan negara triliunan rupiah ini:
- Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN)
- Sony Sonjaya (Mantan Wakil Kepala BGN)
- Lodewyk Pusung (Mantan Wakil Kepala BGN)
- Asep Yusuf Somantri (Orang kepercayaan Sony)
- Andri Mulyono (Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal/PT
YAT sebagai vendor motor listrik)
Satu-satunya pimpinan tinggi BGN yang tidak terseret adalah Nanik S. Deyang, yang kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Kepala BGN definitif.
Berita Terkait
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah
-
Akhir Pelarian Ayah di Surade Sukabumi yang Tega Cabuli Anak Kandung
-
Wali Kota Sukabumi Pastikan P2RW Berlanjut dan Honor RT-RW Tepat Waktu
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026