- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melarang keras segala bentuk aksi perpeloncoan dan kekerasan selama masa pengenalan sekolah.
- Pelaksanaan MPLS selama lima hari pada Juli 2026 difokuskan sebagai sarana orientasi lingkungan bagi para peserta didik baru.
- Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kapasitas guru bimbingan sebagai upaya pencegahan dini terhadap perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
SuaraJabar.id - Kasus kekerasan yang sering terjadi pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh sekolah menjadi sorotan bagi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Farhan mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah harus berlangsung tanpa praktik perundungan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
Menurut Farhan, kegiatan MPLS selama lima hari harus difokuskan sebagai sarana orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.
“Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah,” kata Farhan, Senin (13/7/2026).
Ia mengatakan Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pencegahan perundungan sejak dini, salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) yang telah mendapatkan pelatihan dari para psikolog.
Menurut dia, efektivitas pelatihan tersebut akan dievaluasi selama satu semester untuk melihat dampaknya terhadap penanganan kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.
“Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya perilaku kekerasan atau bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh peserta didik baru agar mengikuti MPLS dengan baik sebagai tahap awal beradaptasi sebelum memulai kegiatan belajar mengajar secara penuh.
“Semoga seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan baik dan memulai perjalanan pendidikan mereka dengan semangat,” kata Farhan. [Antara].
Baca Juga: Tumbang di Balai Kota Saat Bertugas, Wali Kota Bandung Masih Dipantau Ketat Tim Dokter
Berita Terkait
-
Tumbang di Balai Kota Saat Bertugas, Wali Kota Bandung Masih Dipantau Ketat Tim Dokter
-
Tersinggung Ditantang Duel, Pria di Bandung Hantam Kepala Juru Parkir Pakai Batu Hingga Tewas
-
Semprot Duet Farhan-Erwin, Wagub Jabar: Jangan Korbankan Rakyat Kota Bandung Demi Ego Pribadi
-
Masih Trauma dan Belum Bisa Diperiksa, Alasan Nadira Menghilang Seminggu Masih Misteri
-
Gantikan Andrew Jung, Eks Penyerang Timnas Montenegro Balsa Sekulic Resmi Jadi Maung Anyar
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi
-
IKPI Komitmen Jalankan Literasi Pajak, Dorong UMKM Naik Kelas