- DPRD Kabupaten Cianjur mendesak pemerintah daerah menyusun regulasi lokal sebagai tindak lanjut kebijakan pusat terkait penanganan ASN berperilaku LGBT.
- Langkah ini diambil untuk menjaga norma agama dan sosial di Cianjur yang dikenal sebagai wilayah religius berbasis Kota Santri.
- Pimpinan DPRD akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan efektif dalam mencegah perilaku menyimpang di lingkungan pemerintahan Cianjur.
SuaraJabar.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur bergerak cepat merespons kebijakan pusat terkait penanganan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terafiliasi dengan perilaku LGBT.
Pemkab Cianjur didesak untuk segera menyusun regulasi daerah sebagai payung hukum konkret di tingkat lokal.
Wakil Ketua DPRD Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, menegaskan bahwa kebijakan dari pemerintah pusat ini harus segera disambut dengan aturan turunan daerah yang jelas.
"Cianjur dikenal sebagai Kota Santri. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai keagamaan dan norma sosial yang hidup di tengah masyarakat. Terlebih, Presiden RI sudah mengeluarkan aturan tegas terkait ASN yang berperilaku LGBT," ujar Lepi, dilansir dari Antara, Sabtu (18/7/2026).
Dia menjelaskan praktek yang tidak sejalan dengan norma agama dan norma sosial tentu menjadi perhatian bersama, sehingga pihaknya mengapresiasi kebijakan Presiden dan berharap dalam waktu dekat ada kebijakan yang lebih tegas dari pemerintah daerah, termasuk mengajak seluruh lapisan masyarakat di Cianjur bersama-sama mencegah perilaku LGBT.
"DPRD Cianjur akan menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membahas langkah yang akan ditempuh dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut," katanya.
Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk merumuskan dan mengambil kebijakan yang paling efektif, termasuk menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk membahas langkah yang akan ditempuh dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut.
"Kita harus berikhtiar secara sungguh-sungguh untuk menghindarkan praktek yang menyimpang dari norma agama dan norma sosial terutama di lingkungan pemerintahan," kata Lepi Ali Firmansyah.
Baca Juga: Digusur dari Jalur Puncak, 117 Pemilik Bangunan Liar di Cianjur Terima Uang Rp5 Juta
Berita Terkait
-
Digusur dari Jalur Puncak, 117 Pemilik Bangunan Liar di Cianjur Terima Uang Rp5 Juta
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Hindari Fatherless, Anggota Komisi IX DPR RI: Ayah Harus Hadir dalam Tumbuh Kembang Anak
-
Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam
-
Diduga Hendak Tawuran, 12 Pemuda di Garut Diamankan Polisi, Enam Senjata Tajam Disita
-
Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir