- Pemkab Cianjur dan Pemprov Jabar membongkar 200 kios ilegal di sepanjang jalur Puncak untuk penataan kawasan dan keselamatan.
- Pemerintah memberikan dana kompensasi Rp10 juta serta menawarkan pekerjaan sebagai tenaga kebersihan bagi pedagang yang kehilangan tempat usaha.
- Satpol PP melakukan patroli intensif guna mencegah pedagang kembali mendirikan bangunan di lokasi terlarang dan zona rawan bencana.
SuaraJabar.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah serius melakukan penataan estetika dan lalu lintas di kawasan Puncak.
Setelah pembongkaran ratusan bangunan tanpa izin, fokus kini beralih pada pemulihan ekonomi warga terdampak dan pemeliharaan ketertiban wilayah.
Berikut adalah 6 fakta penting mengenai perkembangan terbaru pascapenertiban kios di jalur Puncak-Cianjur:
1. 200 Kios Ilegal Berhasil Diratakan
Penertiban besar-besaran menyasar sedikitnya 200 unit kios yang berdiri di atas lahan terlarang di sepanjang jalur utama Puncak-Cianjur, mulai dari wilayah Cimacan hingga Puncak Pass. Langkah ini dipimpin langsung oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Cianjur guna mengembalikan fungsi bahu jalan dan memperlancar arus lalu lintas pariwisata.
2. Dana Kompensasi Rp10 Juta per Pedagang
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemprov Jabar memberikan uang kompensasi atau "uang kadeudeuh" sebesar Rp10 juta bagi setiap pemilik kios yang terdampak. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa dana ini dimaksudkan sebagai stimulus modal usaha agar masyarakat tetap bisa produktif di lokasi yang lebih layak.
3. Tawaran Pekerjaan sebagai Petugas Kebersihan
Selain dukungan finansial, Gubernur Jawa Barat menawarkan solusi alih profesi bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha. Mereka diberikan kesempatan untuk bergabung sebagai tenaga kebersihan di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan upah yang layak. Meski demikian, banyak pedagang yang mengaku masih ragu untuk beralih profesi karena sudah puluhan tahun terbiasa berdagang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Targetkan Jalur Puncak II Bisa Digunakan Masyarakat Tahun 2027
4. Aspirasi Relokasi: Berkaca pada Kawasan Puncak Bogor
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa uang Rp10 juta dirasa belum cukup bagi pedagang yang sudah berjualan hingga 30 tahun. Pedagang seperti Yanti (49) dan Ojat Sudrajat mendesak pemerintah untuk menyediakan tempat relokasi terpadu, serupa dengan Rest Area Gunung Mas di Puncak-Bogor. Mereka berharap tetap bisa menjalankan aktivitas dagang di lokasi yang legal namun strategis bagi wisatawan.
5. Patroli Ketat Satpol PP di Titik Rawan Pelanggaran
Pascapenertiban, Satpol PP Kabupaten Cianjur tidak tinggal diam. Patroli intensif dilakukan setiap hari mulai dari Jalan Raya Cugenang hingga Puncak Pass. Kepala Satpol PP Cianjur, Djoko Purnomo, menegaskan pihaknya akan langsung menindak jika ada oknum pedagang yang mencoba kembali mendirikan tenda atau kios di bahu jalan.
"Kami tidak ingin momentum penataan ini rusak. Jika ditemukan pelanggaran baru, akan langsung kami tertibkan kembali," tegas Djoko.
6. Fokus Keamanan di Jalur Rawan Gempa
Tag
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Targetkan Jalur Puncak II Bisa Digunakan Masyarakat Tahun 2027
-
Sungai Meluap, Jembatan Penghubung di Cibeber Cianjur Ambruk dan 198 Jiwa Mengungsi
-
Sempat Lumpuh 3 Jam, Arus Lalu Lintas Cibeber-Cianjur Kini Sudah Bisa Dilalui Kedua Arah
-
Ritual di Gunung Padang Ingatkan Manusia Berhenti Eksploitasi Bumi
-
Polres Cianjur Buru Bandar Besar Inisial I, Pemasok Sabu 1 Kg ke Wilayah Karangtengah
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Rumah Dikosongkan! Pengurus AMSI dan Manajer Konde.co Diteror Orang Tak Dikenal
-
Investasi Makin Mudah dengan Fitur Toggle Nabung Emas Otomatis di BRImo
-
Pemprov Jabar Beri Subsidi Rp2,7 Juta Bagi Siswa yang Gagal Masuk Negeri
-
Demam Piala Dunia 2026, Walikota Bandung Farhan Ancam Pecat ASN yang Nekat Judi Online