Andi Ahmad S
Senin, 04 Mei 2026 | 22:03 WIB
Jembatan permanen penghubung antar desa di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, putus akibat meluapnya air sungai sehingga aktivitas warga terhambat, Senin (4/5/2026). ANTARA/Ahmad Fikri
Baca 10 detik
  • Banjir akibat curah hujan tinggi menyebabkan jembatan penghubung di Desa Cikondang, Cianjur, putus total pada Senin malam.
  • Putusnya jembatan tersebut menghambat ekonomi lokal dan memaksa warga menempuh jalur alternatif yang jauh serta memakan waktu.
  • BPBD Cianjur mengevakuasi 198 warga Desa Cihaur dan melakukan koordinasi untuk perbaikan jembatan serta mitigasi bencana susulan.

SuaraJabar.id - Bencana banjir kembali menyebabkan kerusakan serius di Kabupaten Cianjur. Kali ini, sebuah jembatan penghubung antardesa di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, putus total akibat curah hujan tinggi yang membuat aliran Sungai Cikondang meluap dan sangat deras.

Putusnya jembatan permanen ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga memukul sektor perekonomian lokal, memaksa warga harus memutar dengan jarak tempuh lebih lama dan jauh.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama insiden ini. "Jembatan penghubung itu terputus akibat curah hujan tinggi yang membuat aliran sungai Cikondang cukup deras dan meluap," ujarnya.

Pihaknya memastikan sekitar 450 kepala keluarga tidak sampai terisolasi karena masih ada jalan alternatif, namun upaya penanganan cepat segera dilakukan berkoordinasi dengan dinas terkait guna memperbaiki jembatan yang putus.

Namun untuk sementara pihaknya melarang warga melintas di jembatan yang putus karena cuaca ekstrem yang masih melanda dapat memicu naiknya debit air sungai dan mengancam keselamatan warga saat memaksakan diri melintas.

"Kita upayakan perbaikan cepat agar aktivitas warga tidak sampai terhambat karena jalur alternatif yang ada membuat jarak tempuh menjadi jauh dan cukup lama terutama bagi warga yang hendak menjual hasil bumi ke Pasar Cibeber atau Cianjur," katanya.

Dia menjelaskan hujan deras yang kerap terjadi pada petang dan malam hari di kawasan Cibeber menyebabkan terjadinya banjir dan longsor menutup badan jalan di sejumlah titik.

Tercatat sekitar 198 jiwa mengungsi karena banjir merendam perkampungan warga setinggi dua meter di Desa Cihaur. Pada Senin malam hujan yang kembali turun membuat petugas dan relawan terpaksa mengevakuasi warga kembali ke tempat pengungsian.

"Kami mengimbau warga di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana, segera mengungsi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi," katanya. [Antara].

Baca Juga: Sempat Lumpuh 3 Jam, Arus Lalu Lintas Cibeber-Cianjur Kini Sudah Bisa Dilalui Kedua Arah

Load More