- Tanggul penahan tanah Jembatan Cikalomeran di Sukabumi ambruk saat dikerjakan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
- Struktur yang roboh adalah sayap tambahan penopang jembatan, sementara badan utama dipastikan tetap aman.
- Tanah labil dan ikatan konstruksi yang belum kuat diduga menjadi penyebab ambruknya tanggul tersebut.
SuaraJabar.id - Tanggul Penahan Tanah (TPT) pada proyek pembangunan Jembatan Cikalomeran di Kampung Kubangkeong, RW 007, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, ambruk saat proses pengerjaan, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Ambruknya struktur tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, bagian yang roboh dipastikan bukan konstruksi utama badan jembatan, melainkan sayap tambahan yang tengah dibangun untuk menopang area sekitar jembatan.
Kepala Dusun Hegarmanah, Awing, mengatakan badan utama Jembatan Cikalomeran tetap dalam kondisi aman. Menurut dia, struktur yang ambruk merupakan bagian tambahan yang dibangun di sisi jembatan.
“Yang rubuh itu sayap tambahan. Jembatannya sendiri tidak ambruk, alhamdulillah aman. Sekarang bagian yang rubuh itu sedang dibangun kembali,” ujar Awing melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Sabtu (8/8/2026).
Awing menjelaskan, ambruknya TPT diduga dipengaruhi kondisi tanah di sekitar lokasi yang cukup labil. Selain itu, struktur yang masih dalam tahap pengerjaan disebut belum memiliki ikatan konstruksi yang sepenuhnya kuat.
Peristiwa tersebut terjadi ketika warga setempat tengah melakukan kerja bakti untuk membantu proses pengurugan material di sekitar TPT.
“Posisinya memang tanahnya labil. Ketika ditimbun material urug, kemungkinan ikatannya kurang kuat sehingga terbawa dan ambruk,” jelasnya.
Menurut Awing, proses pengurugan dilakukan secara gotong royong karena terdapat penyesuaian kondisi di lapangan yang berbeda dengan perencanaan awal proyek.
Awalnya, terdapat bagian yang dinilai perlu ditambahkan menyesuaikan kondisi medan di sekitar jembatan. Warga kemudian membantu proses pengurugan di area tersebut.
Baca Juga: Cikole dan Cibeureum Sarang Pengungkapan Narkoba, 43 Tersangka Diciduk Polres Sukabumi
“Awalnya ada bagian yang ternyata perlu ditambah di lapangan. Karena kondisi medan berbeda dengan rancangan awal, akhirnya dilakukan pengurugan bersama warga,” katanya.
Meski salah satu bagian TPT ambruk, tidak ada laporan mengenai kerusakan pada badan utama jembatan. Kontraktor juga langsung melakukan penanganan setelah kejadian.
Bagian sayap yang mengalami kerusakan kini dibongkar untuk kemudian dibangun kembali dengan menyesuaikan kondisi badan jalan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar struktur pengganti memiliki konstruksi yang lebih kuat dan aman.
“Kontraktor sudah melakukan upaya perbaikan. Bagian yang ambruk digeser dan disesuaikan dengan jalur badan jalan, kemudian dibangun kembali,” pungkas Awing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar
-
Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai
-
Perkuat Layanan Kesehatan Dasar, BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman
-
Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA