- Pria berinisial C mengamuk dan merusak fasilitas SPPG Sukabumi memakai golok pada Rabu (5/8/2026).
- Aksi vandalisme ini dipicu penolakan lamaran kerja saudara pelaku karena belum ada lowongan tersedia.
- Kerusakan fasilitas akibat kejadian tersebut menyebabkan pihak pengelola mengalami kerugian materi sekitar dua juta rupiah.
SuaraJabar.id - Suasana di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yaspida II Selawangi 1, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mendadak mencekam.
Adalah aksi seorang pria berinisial C (35) diduga mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas menggunakan sebilah golok, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, beberapa fasilitas mengalami kerusakan, di antaranya kaca pos satpam, fiber penutup pagar, pintu kantor, serta spion kendaraan yang berada di lokasi.
Kapolsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota Kompol Aguk Kusaini membenarkan adanya peristiwa dugaan pengrusakan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.
"Berdasarkan informasi awal yang kami terima, terduga pelaku melakukan pengrusakan dengan menggunakan sebilah golok. Beberapa fasilitas di lokasi mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut," kata Aguk melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum insiden terjadi, terduga pelaku diketahui sempat mendatangi dapur SPPG Selawangi untuk meminta agar saudaranya dapat bekerja di tempat tersebut. Namun, pihak pengelola menyampaikan belum tersedia lowongan pekerjaan.
Penolakan tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada aksi pengrusakan.
"Informasi awal yang kami dapat, sebelumnya yang bersangkutan pernah datang terkait persoalan pekerjaan saudaranya. Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi maupun barang bukti," kata Aguk.
Dalam penanganan perkara ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa dua orang saksi, yakni Kepala SPPG berinisial R (24) dan petugas keamanan berinisial H (40).
Baca Juga: Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng
"Kami sudah melakukan pengecekan TKP, mendata para saksi dan mengamankan barang bukti. Pihak korban juga sudah kami arahkan untuk membuat laporan polisi agar perkara ini dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, kerugian materi akibat pengrusakan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.
Hingga kini, penyidik masih memburu dan mendalami peran terduga pelaku serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa. Polisi juga mengumpulkan alat bukti tambahan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Bantah Isu Pemalsuan Segel, Kuasa Hukum Tergugat Sebut Sertifikat Lahan Kencana Sah Lewat PTSL
-
Disorot Dedi Mulyadi, Ini 7 Efek Mengerikan Tramadol yang Bisa Mengancam Nyawa
-
Persib Bandung Pastikan Tak Ada Konvoi Jika Juara Piala Presiden 2026, Fokus Tatap Musim Baru
-
Driver Ojol Tasikmalaya Geram, Pemesan Misterius Diduga Sengaja Lakukan Order Fiktif Berulang