SuaraJabar.id - Pengeluaran biasanya ditinjau dari uang yang keluar untuk belanja. Sementara itu, biaya untuk memindahkan uang antar-akun sering luput dari perhatian. Padahal, setiap perpindahan dana dapat dikenai biaya per transaksi, sehingga total pengeluaran lebih dipengaruhi oleh seberapa sering transaksi dilakukan daripada besar nominalnya.
Ada lima kebiasaan yang dapat membuat biaya kecil itu berubah menjadi pengeluaran bulanan yang terasa. Untungnya, dua di antaranya dapat hilang sepenuhnya melalui gratis transfer di aplikasi GoPay dan gratis biaya admin tarik tunai pakai GoPay selama masih berada dalam kuota yang tersedia. Simak ulasan berikut untuk mengetahui tiga kebiasaan lainnya.
1. Isi Saldo dalam Nominal Kecil tapi Sering
Biaya admin bersifat tetap, sehingga nominalnya sama baik ketika top up sebesar Rp20 ribuan maupun Rp200 ribuan. Nominal kecil tidak otomatis membuat biaya transaksinya lebih rendah.
Sepuluh kali top up masing-masing Rp20 ribuan akan dikenai sepuluh biaya admin untuk mendapatkan saldo yang sama dengan satu kali top up sebesar Rp200 ribuan. Jika dibandingkan dengan nominal top up, beban biaya tetap pada transaksi kecil juga menjadi sepuluh kali lebih besar. Maka, menggabungkan kebutuhan saldo dalam satu transaksi dapat mengurangi frekuensi biaya tersebut.
2. Selalu Pakai Kanal yang Sama Tanpa Mengecek Kuotanya
Setiap platform top up memiliki ketentuan berbeda mengenai biaya admin. Beberapa menggratiskan biaya top up, meskipun dengan kuota tertentu.
Sayangnya, kebiasaan hanya menggunakan satu platform karena sudah terbiasa dapat membuat biaya admin kembali dikenakan tanpa disadari setelah kuotanya habis. Transaksi tetap berjalan, tetapi dengan biaya yang berubah. Oleh karena itu, mengetahui platform mana yang masih memiliki kuota menjadi faktor penting untuk menentukan apakah top up akan dikenai biaya.
3. Memecah Satu Transfer Jadi Beberapa Kali
Baca Juga: Semakin Mudah dan Fleksibel, BRImo Permudah Akses Perbankan bagi WNI di Berbagai Negara
Mengirim uang secara bertahap kepada penerima yang sama akan memperbanyak biaya admin, meskipun jumlah dana yang diterima tidak berubah. Kebiasaan ini biasanya terjadi karena uang dikirim setiap kali dana tersedia, bukan karena ada keharusan untuk membaginya dalam beberapa transaksi. Akibatnya, nominal yang sama dapat menghasilkan biaya lebih besar.
Sebagai contoh, mengirim Rp300 ribuan dalam enam kali transfer sebesar Rp50 ribuan akan menimbulkan biaya sekitar Rp15 ribuan berdasarkan batas biaya BI-FAST sebesar Rp2.500 per transaksi. Jika nominal yang sama dikirim satu kali, biayanya hanya Rp2.500. Ada selisih sekitar Rp12.500 untuk hasil akhir yang identik.
4. Memilih Jalur Transfer yang Bukan Termurah
Aplikasi perbankan biasanya menyediakan beberapa pilihan jalur transfer, dan opsi yang sudah dipilih sebelumnya tidak selalu menjadi yang paling murah. Realtime Online dikenai biaya sekitar Rp6 ribuan sampai Rp7 ribuan per transaksi, sedangkan biaya BI-FAST dibatasi sekitar Rp2.500. Perbedaan ini dapat terlewat jika Anda langsung melanjutkan transaksi tanpa memeriksa jalurnya.
Kedua jalur tersebut sama-sama mengirimkan dana ke rekening yang dituju, sehingga biaya tambahan pada Realtime Online tidak menghasilkan perbedaan yang dapat diamati pada hasil transfer. Jika jalur ini dipakai untuk sepuluh transfer dalam sebulan, selisih biayanya dapat mencapai sekitar Rp40 ribuan sampai Rp50 ribuan.
5. Isi Saldo Berlebih lalu Ditarik Kembali
Berita Terkait
-
Semakin Mudah dan Fleksibel, BRImo Permudah Akses Perbankan bagi WNI di Berbagai Negara
-
Layanan Keuangan di Bakauheni Tak Lagi Terkendala Berkat BRILink Agen
-
Selama Nataru, BRI Utamakan Keamanan Transaksi Perbankan bagi Nasabah
-
Butuh Uang Tunai Mendesak? Ini Daftar ATM 24 Jam di Cianjur yang Bisa Jadi Penyelamat
-
Butuh Uang Tunai Tengah Malam di Bandung? Ini Peta Lokasi ATM 24 Jam Penyelamat Anda
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini
-
Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih
-
KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati