- Tokoh lintas iman menggelar doa bersama di Gunung Padang, Cianjur, pada Rabu (22/4) untuk memperingati Hari Bumi.
- Kegiatan tersebut menyerukan tobat ekologis sebagai upaya memulihkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan.
- Para peserta menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab universal yang membutuhkan integrasi kesadaran spiritual manusia.
SuaraJabar.id - Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sejumlah tokoh lintas iman berkumpul di situs bersejarah Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, untuk menggelar doa bersama.
Acara ini diselenggarakan khusus untuk memperingati Hari Bumi, sekaligus menyerukan "Tobat Ekologis" guna memulihkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang kian masif.
Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia yang juga inisiator kegiatan tersebut, Dar Edi Yoga, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Teras 5 Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (22/4).
"Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis," katanya.
Ia menekankan kegiatan ini bukanlah suatu seremonial semata, melainkan panggilan batin umat manusia untuk kembali menempatkan bumi sebagai entitas yang harus dijaga, bukan sekadar dieksploitasi untuk kepentingan sesaat.
Ia menilai kerusakan alam yang berujung pada bencana cerminan dari perilaku manusia yang semakin menjauh dari nilai keseimbangan alam.
Oleh karena itu, doa menjadi ikhtiar agar Indonesia terhindar dari bencana dan gejolak.
Wakil Sekretaris Jenderal Perwakilan Umat Buddha Indonesia Romo Asun Gotama menyoroti pentingnya integrasi antara praktik kebijaksanaan spiritual dengan laku pelestarian alam yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga. Doa ini menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari laku spiritual," ujarnya.
Baca Juga: Polres Cianjur Buru Bandar Besar Inisial I, Pemasok Sabu 1 Kg ke Wilayah Karangtengah
Ketua Harian Artha Graha Peduli (AGP) Kent Dixon turut menyampaikan bahwa menjaga lingkungan tanggung jawab universal yang menyatukan seluruh elemen bangsa untuk memastikan warisan alam tetap lestari bagi generasi mendatang.
CEO PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, menegaskan bahwa partisipasinya wujud komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Gunung Padang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai sebagai ruang sunyi peradaban, tempat manusia diajak kembali pada akar kesadaran tentang asal dan tujuan hidup.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak cukup hanya dengan kebijakan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran spiritual yang mendalam.[Antara].
Berita Terkait
-
Polres Cianjur Buru Bandar Besar Inisial I, Pemasok Sabu 1 Kg ke Wilayah Karangtengah
-
Siap-siap! Mei 2026 Jadi Awal Kemarau Panjang di Sebagian Besar Jawa Barat
-
Siswa Girang! Makan Bergizi Gratis di Cianjur Kini Pakai Sistem Prasmanan, Porsi Terasa Lebih Banyak
-
Hindari Macet Jalan Utama! Polisi Siapkan Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi Untuk Pemudik
-
Siap-Siap! Jabar Terancam Krisis Air Bersih, Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Lahan 10 Hektare Dikunci! Pemkab Sukabumi Siapkan Pusat Pemerintahan Baru di Utara
-
Data Pribadi Dicatut, Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi Terjebak Kredit Macet
-
BRI Resmikan Money Changer di PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur: Perkuat Kedaulatan Rupiah
-
5 Fakta Terbaru Pemekaran Sukabumi Utara: Infrastruktur Siap, Pusat Jadi Kunci Utama
-
Bela Kurir! Dipaksa Talangi COD, RS Malah Dituntut Rp8 Juta oleh Oknum yang Mengaku Pengacara