- Pemkot Bandung merespons kenaikan harga BBM per 10 Juni 2026 dengan kebijakan pengetatan anggaran operasional daerah.
- Walikota Muhammad Farhan melarang ASN menggunakan kendaraan pribadi dan mewajibkan sistem berbagi kendaraan demi penghematan energi.
- Biaya operasional armada sampah yang membengkak memaksa pemerintah memangkas anggaran konsumsi rapat serta kunjungan kerja dinas.
SuaraJabar.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per Rabu (10/6/2026) memicu respons cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pengetatan ikat pinggang guna menjaga stabilitas fiskal daerah.
Harga Pertamax yang melonjak ke angka Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 yang menyentuh Rp17.000 per liter menjadi alasan utama di balik kebijakan darurat ini.
Berikut adalah 5 langkah strategis dan fakta menarik di balik instruksi Walikota Bandung:
1. ASN Dilarang Gunakan Kendaraan Pribadi ke Kantor
Salah satu gebrakan yang mencuri perhatian adalah wacana pembatasan penggunaan kendaraan pribadi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Walikota Farhan ingin para pelayan publik memberikan contoh nyata dalam penghematan energi kepada masyarakat.
- Instruksi: ASN didorong menggunakan transportasi umum atau fasilitas antar-jemput pegawai.
- Solusi Alternatif: Jika tetap harus membawa kendaraan, Pemkot mewajibkan sistem carpool (berbagi kendaraan) antar-rekan kerja untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar.
2. Biaya BBM Sampah Menembus Rp24.000 Per Liter
Fakta yang cukup mengejutkan diungkapkan Farhan mengenai sektor pelayanan publik. Sektor pengelolaan sampah menjadi yang paling terdampak karena armada truk sampah menggunakan bahan bakar khusus dengan harga nonsubsidi yang jauh lebih mahal.
- Kondisi: Harga bahan bakar operasional sampah mencapai Rp24.000 per liter.
- Dampak: Biaya angkut sampah harian Kota Bandung diprediksi akan membengkak signifikan, menjadikannya prioritas utama dalam realokasi anggaran.
3. Pemangkasan Anggaran Makan-Minum dan Seremonial
Baca Juga: Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran
Guna menutup lubang defisit akibat kenaikan biaya BBM operasional, Pemkot Bandung melakukan efisiensi pada pos belanja internal.
- Makan-Minum: Anggaran konsumsi untuk rapat-rapat internal dan kegiatan seremonial akan dipangkas secara ketat.
- Perjalanan Dinas: Kunjungan kerja luar daerah akan dibatasi hanya untuk urusan yang memiliki urgensi tinggi dan dampak langsung bagi pembangunan kota.
4. Optimalisasi Koordinasi Berbasis Digital
Walikota Bandung mendorong transformasi budaya kerja dari konvensional ke digital. Untuk mengurangi mobilitas fisik kendaraan dinas yang memakan biaya BBM, Farhan menginstruksikan optimalisasi rapat daring.
5. Prioritas Tetap pada Pelayanan Publik
Meski kebijakan efisiensi diberlakukan secara masif di internal birokrasi, Muhammad Farhan memberikan jaminan bahwa kualitas pelayanan kepada warga tidak akan berkurang.
Berita Terkait
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran
-
Unggul Cuma Semenit, Kemenangan Timnas Putri Indonesia Digagalkan Kamboja di Arcamanik
-
Coach Mochi Tebar Ancaman Jelang Laga Timnas Putri vs Kamboja
-
Incar Kos-kosan saat Subuh, Komplotan Maling Motor di Cimahi Putus Soket Pakai Gunting Khusus
-
Sistem Home - Away Baru Diterapkan, Empat Tim Raksasa Berebut Tiket Final IBL 2026
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu