Andi Ahmad S
Minggu, 26 Juli 2026 | 15:33 WIB
Ilustrasi kebakaran di kampung adat Sukabumi. [Suara.com/Rendra]
Baca 10 detik
  • Kemensos menyalurkan bantuan logistik senilai Rp278 juta untuk 420 warga korban kebakaran di Sukabumi pada Juli 2026.
  • Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik pada Sabtu menghanguskan 70 rumah adat dan memaksa warga mengungsi.
  • Dinas Sosial bersama berbagai instansi mendirikan dapur umum dan posko untuk melayani para penyintas secara optimal.

SuaraJabar.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kedaruratan senilai Rp278 juta bagi 420 warga terdampak musibah kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bantuan ini didistribusikan melalui kolaborasi Sentra Palamarta Sukabumi, Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, serta Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi guna memastikan seluruh kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi secara optimal selama masa tanggap darurat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan para korban adalah prioritas utama pemerintah saat ini.

"Pada masa tanggap darurat, yang paling utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Oleh karena itu, Kemensos menyalurkan bantuan logistik dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan kepada para penyintas berjalan optimal,” tegas Gus Ipul, dilansir Minggu (26/7/2026).

Bantuan logistik yang disalurkan Kemensos dari Sentra Palamarta Sukabumi meliputi kasur 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 50 paket, kidsware 50 paket, sandang anak 50 pasang, sandang dewasa 46 pasang, tenda gulung 10 lembar, tenda keluarga 15 unit, dan velbed 3 unit.

Sedangkan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat meliputi beras 1.500 kg, tenda induk 1 unit, tenda keluarga 5 unit, tenda gulung 100 lembar, kidsware 25 paket, family kit 100 paket, selimut 100 lembar, makanan siap saji 100 paket, makanan anak 50 paket, kasur 75 lembar, sandang dewasa 80 pasang, dan pakaian anak 72 pasang.

Kemudian, daster 80 potong, perlengkapan ibadah pria 54 paket, perlengkapan ibadah wanita 50 paket, pakaian dalam wanita 50 potong, dan pakaian dalam pria 54 potong. Lalu, dari Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi meliputi matras 30 lembar dan kidsware 20 paket.

Selain itu, pemerintah daerah melalui APBD juga menyalurkan bantuan berupa mi instan 250 dus, nasi liwet 100 bungkus, gula 80 kg, biskuit 100 kaleng, air mineral 20 dus, dan perlengkapan mandi 60 paket.

Di lokasi kejadian, Dinas Sosial bersama Tagana, Pordam, BPBD, dan pemerintah daerah terus menangani warga terdampak melalui asesmen, penyediaan lokasi pengungsian, dan layanan di posko pengungsian. Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi juga menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan para penyintas.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp10 Juta Tangkap Begal, Syaratnya Pelaku Harus Selamat

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 13.00 WIB diduga dipicu korsleting listrik. Api cepat membesar karena sebagian besar rumah di kawasan adat tersebut berbahan kayu dan beratap ijuk, ditambah tiupan angin kencang serta jarak antar-rumah yang berdekatan.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 70 rumah terbakar dan berdampak pada 70 kepala keluarga atau 420 jiwa. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka-luka.

Saat ini sebagian warga mengungsi di rumah kerabat, sementara sebagian lainnya di lingkungan pengungsian.

Kemensos dan pemda akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan dukungan logistik sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat.

Load More