- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan sayembara berhadiah uang pribadi sepuluh juta rupiah pada Sabtu, 25 Juli 2026.
- Hadiah diberikan kepada warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan menyerahkannya kepada polisi dalam kondisi hidup.
- Kebijakan ini bertujuan mencegah aksi pengeroyokan massa sekaligus mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam di lingkungan masyarakat.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan langkah tak biasa untuk menekan maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan. Ia mengumumkan sayembara berhadiah Rp10 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada polisi dalam keadaan hidup dan tidak babak belur.
Dedi menegaskan hadiah tersebut bukan berasal dari APBD, melainkan murni menggunakan uang pribadinya. Menurutnya, skema ini dirancang bukan sekadar memberi penghargaan kepada masyarakat, tetapi juga mengubah pola penanganan pelaku kejahatan agar tidak lagi berujung aksi main hakim sendiri.
"Enggak, dari saya dulu saja (uangnya)," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari ANTARA pada Sabtu (25/7/2026).
Menurut Dedi, masyarakat Indonesia memiliki budaya yang akrab dengan sistem penghargaan. Karena itu, ia meyakini insentif finansial dapat mendorong partisipasi warga menjaga keamanan lingkungan sekaligus menghidupkan kembali pos ronda.
Namun, ia memberikan syarat tegas. Hadiah Rp10 juta tidak akan diberikan apabila pelaku begal atau pencuri diserahkan dalam kondisi babak belur akibat dikeroyok massa.
"Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh. Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah," tegasnya.
Dedi menjelaskan, pendekatan tersebut memiliki tujuan psikologis agar masyarakat memilih menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum daripada melampiaskan emosi dengan kekerasan.
"Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan Rp10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi," katanya.
Selain menekan praktik main hakim sendiri, Dedi berharap sayembara ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan dan memperkuat budaya ronda sebagai benteng pertama mencegah kejahatan jalanan.
Baca Juga: Luka Parah hingga ke Kaki, Pemulihan Korban Penyekapan Taufik Hidayat Butuh Waktu Setahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp10 Juta Tangkap Begal, Syaratnya Pelaku Harus Selamat
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta
-
Bongkar Korupsi Petral Hingga Akar, JAMPER Layangkan 4 Tuntutan Tegas ke Kejagung
-
IHR: Indonesia Derby 2026 Padukan Adu Cepat Kuda Terbaik dengan Keindahan Arena Tepi Pantai