- Tim gabungan menemukan bocah bernama Fadki yang tenggelam di aliran sungai Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis.
- Pencarian melibatkan dua puluh lima personel gabungan yang menyisir aliran sungai selama sekitar dua jam hingga jasad korban ditemukan.
- Jasad korban ditemukan sejauh lima ratus meter dari lokasi awal lalu dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
SuaraJabar.id - Tim gabungan akhirnya menemukan F (5), bocah yang dilaporkan tenggelam saat berenang di aliran sungai di wilayah Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar dua jam setelah operasi pencarian dilakukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima laporan seorang anak hilang tenggelam saat berenang bersama teman-temannya.
Menurut Samudra, berdasarkan keterangan saksi, korban sempat melompat dari tepian sungai. Namun, korban diduga terpeleset sehingga jatuh ke bagian sungai yang lebih dalam dan tidak kembali ke permukaan.
"Teman korban yang melihat kejadian segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan kepada aparat desa dan disampaikan ke BPBD Cianjur," ujar Samudra melansir ANTARA.
Menerima laporan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, serta masyarakat untuk melakukan operasi pencarian.
Sebanyak 25 personel gabungan diterjunkan dan dibagi menjadi tiga regu. Mereka menyisir aliran sungai, baik melalui bagian tengah maupun sepanjang tepian, guna mencari keberadaan korban.
Setelah sekitar dua jam pencarian, tim akhirnya menemukan jasad korban sekitar 500 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam. Korban diduga terbawa arus sungai sebelum akhirnya ditemukan.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan luar (visum). Setelah proses tersebut selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di dekat tempat tinggalnya.
Baca Juga: Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT
"Selang dua jam pencarian, jasad korban berhasil ditemukan. Setelah dilakukan visum di puskesmas, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," kata Samudra.
BPBD Cianjur mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat bermain di luar rumah.
Masyarakat juga diminta tidak membiarkan anak-anak berenang di sungai, terutama saat kondisi arus deras yang dapat berubah sewaktu-waktu.
"Pastikan anak-anak selalu berada dalam pengawasan ketika bermain. Hindari membiarkan mereka berenang di sungai karena kondisi arus dapat berubah dan membahayakan keselamatan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur
-
Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya