- Video pesta LGBT yang menunjukkan aksi vulgar di sebuah tempat hiburan malam baru di Karawang telah viral.
- MUI Karawang menyatakan kegiatan tersebut melanggar norma agama serta mencederai nilai luhur Pancasila di wilayah tersebut.
- MUI mendesak Pemkab Karawang segera menutup tempat hiburan tak berizin dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum.
SuaraJabar.id - Jagat media sosial dalam 24 jam terakhir digemparkan oleh beredarnya rekaman video yang memperlihatkan dugaan pesta kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Karawang.
Insiden ini seketika memicu gelombang protes dan perhatian serius dari berbagai otoritas daerah.
Berikut adalah 6 fakta penting di balik polemik pesta LGBT di Karawang tersebut:
1. Video Menunjukkan Aksi Vulgar di Depan Umum
Masyarakat dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan sejumlah pria berpasangan sedang asyik berjoget.
Tak hanya itu, rekaman tersebut juga menangkap momen para pria tersebut berpelukan hingga berciuman di tengah hiruk-pikuk suasana tempat hiburan malam. Aksi ini dinilai sangat vulgar dan melanggar norma kesusilaan.
2. Berlokasi di THM Baru Wilayah Perkotaan
Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Karawang, DAm Prasetya, telah mengidentifikasi titik lokasi kejadian.
Ia membenarkan bahwa tempat yang digunakan untuk berpesta tersebut adalah sebuah tempat hiburan malam yang berlokasi di wilayah administrasi perkotaan Karawang. Diketahui, THM tersebut merupakan unit usaha yang baru saja dibuka.
Baca Juga: Geger Video Pesta Gay di Karawang
3. MUI Karawang Sebut Mencederai Nilai Pancasila
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang melalui Kepala Bidang Pendidikan dan Pesantren, Asep Saepudin, memberikan respons keras.
Menurutnya, aktivitas tersebut mencederai tiga nilai sekaligus norma agama Islam, norma kesusilaan masyarakat, dan nilai-nilai luhur Pancasila yang dijunjung tinggi di Karawang.
4. Dugaan Pelanggaran Izin Operasional
Salah satu fakta krusial yang diungkap MUI adalah masalah legalitas tempat kejadian. Selain kegiatan yang dianggap menyimpang, tempat hiburan tersebut diduga kuat belum melengkapi izin resmi untuk beroperasi. Hal ini menambah daftar pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak pengelola.
5. Desakan Penutupan dan Penindakan Tegas
Berita Terkait
-
Geger Video Pesta Gay di Karawang
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku
-
Demi Motor, Kakak Kelas di Karawang Tega Habisi Nyawa Pelajar 15 Tahun Secara Berencana
-
KDM Waspadai Kiamat Ekologi: Kerusakan Bogor Ancam Jakarta, Bekasi, hingga Karawang
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan