- Polres Tasikmalaya mendalami dugaan penipuan dan penculikan mahasiswi asal Tasikmalaya ke Lampung oleh ASN berinisial JCP.
- Tersangka yang mendekati korban via gim daring diduga memanfaatkan data pribadi untuk mengajukan pinjaman online senilai Rp21 juta.
- Tersangka ditahan di Mapolres Tasikmalaya dan terancam hukuman maksimal dua belas tahun penjara berdasarkan KUHP.
SuaraJabar.id - Polres Tasikmalaya mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus dugaan penipuan dan penculikan yang dilakukan seorang aparatur sipil negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) asal Lampung.
Tersangka berinisial JCP (31) sebelumnya ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya setelah diduga membawa kabur seorang mahasiswi asal Kabupaten Tasikmalaya ke Lampung pada Senin (7/9/2026).
Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo mengatakan, awalnya tersangka mengaku hanya memiliki satu korban. Namun, setelah kasus tersebut diberitakan, seorang perempuan di Cianjur mengaku pernah menjadi korban dengan modus serupa.
“Awalnya mengaku satu orang korbannya, lalu ada laporan lagi satu, lalu baru mengaku hanya dua orang,” kata Josner, Kamis (17/9/2026).
Polisi tidak langsung mempercayai pengakuan tersangka dan masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan korban lainnya.
Masyarakat yang merasa pernah menjadi korban juga diminta segera melapor kepada kepolisian.
“Apabila ada warga masyarakat yang menjadi korban, sangat dianjurkan segera melaporkan ke polisi agar bisa diketahui berapa banyak korbannya,” ujarnya.
Josner menjelaskan, tersangka diduga mendekati korban melalui permainan daring Mobile Legends. Keduanya kemudian bertukar nomor WhatsApp hingga menjalin hubungan asmara secara daring.
Setelah korban percaya, tersangka menjanjikan pernikahan dan diduga memanfaatkan data pribadi korban untuk mengajukan pinjaman daring. Dalam kasus ini, korban asal Tasikmalaya disebut mengalami kerugian sekitar Rp21 juta dan harus menanggung cicilan pinjaman tersebut.
Baca Juga: Pakai Logo dan Jadwal Asli, Begini Modus Penipu Tiket Whoosh Kuras Rekening Korban
Tersangka kini ditahan di Mapolres Tasikmalaya dan dijerat Pasal 454 dan atau Pasal 450 KUHP terkait penculikan atau perampasan kemerdekaan seseorang, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain