- Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat mengecam penyerangan bus Persib EPA U-18 di Batang pada Minggu (11/10/2026).
- Insiden di Rest Area Batang tersebut menyebabkan kekerasan fisik, kerusakan kendaraan, serta dugaan penjarahan barang ofisial.
- Persib mendesak aparat penegak hukum memproses pelaku serta telah melaporkan kejadian ini kepada PSSI dan I.League.
Di tengah insiden tersebut, manajemen Persib mengimbau seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, serta tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.
Adhitia memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan Bobotoh atas kejadian yang menimpa rombongan Persib EPA U-18. Namun, ia meminta seluruh pihak menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak," tegasnya.
Ia menambahkan, rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama.
Menurut Adhitia, sepak bola semestinya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat terjadinya kekerasan yang mengancam keselamatan maupun merampas hak orang lain.
"Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, terlebih ketika keselamatan para pemain muda yang sedang meniti masa depan melalui sepak bola turut terancam," pungkasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Jelang Tanding di Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Minta Bobotoh Jaga Nama Baik Persib
-
Lebih dari 10 Santriwati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Guru Ngaji Jadi Tersangka
-
Persib Comeback 3-1 atas Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain dan Umuh Sebut Mental Baja
-
Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu
-
Tiga Pelajar Didampingi Usai Dugaan Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Persib Kecam Penyerangan Bus EPA U-18 di Batang, Desak Pelaku Diproses Hukum
-
BRI Peduli Hadirkan Waste Management Warriors, 500 Relawan Kawal Kebersihan MotoGP Mandalika
-
Dugaan Perundungan Mahasiswa Baru Telkom University, Polisi Tunggu Laporan Korban
-
Polda Jabar Kerahkan 1.112 Personel dalam Operasi Antik Lodaya, Bidik 47 Target Operasi
-
Kebakaran TPA Pasirbajing Tak Kunjung Padam, Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat!