- Agung Sedayu Group melalui program CSR PIK2 menyelenggarakan sosialisasi Kartu Penyandang Disabilitas di Jakarta Utara.
- Kegiatan kolaboratif pada 8 Oktober 2026 tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.
- Inisiatif ini bertujuan membantu penyandang disabilitas memperoleh informasi, pendampingan administratif, dan surat keterangan disabilitas.
SuaraJabar.id - Bagi sebagian orang, mengurus dokumen administrasi mungkin menjadi urusan sehari-hari. Namun, bagi penyandang disabilitas, proses tersebut dapat menghadirkan tantangan tersendiri ketika informasi, fasilitas, dan pendampingan belum sepenuhnya mudah dijangkau.
Padahal, keberadaan dokumen seperti Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) memiliki arti penting dalam mendukung pendataan dan pengakuan atas kebutuhan penyandang disabilitas.
Berangkat dari persoalan tersebut, Agung Sedayu Group (ASG) melalui program CSR PIK2 menunjukkan kepeduliannya dengan membantu penyandang disabilitas mendapatkan informasi dan pendampingan pengurusan KPD.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kegiatan kolaboratif bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND), Yayasan Deo Caritas Eterna, PIKCare Medika, dan PT Alat Bantu Dengar Indonesia (ABDI).
Kegiatan yang digelar pada 8 Oktober 2026 di Marketing Gallery Sedayu Indo City, PIK, Jakarta Utara, itu menjadi ruang pertemuan antara penyandang disabilitas, tenaga kesehatan, lembaga pemerintah, dan pihak swasta.
Para peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat KPD serta tahapan yang perlu dilakukan untuk mengurusnya. Pemeriksaan kesehatan gratis juga tersedia untuk mendukung penerbitan surat keterangan disabilitas.
Bagi anggota sekaligus Sekretaris Yayasan Deo Caritas Eterna, Suheriyanto, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan pemahaman para peserta.
“Kegiatan ini luar biasa banget karena memang ini adalah kegiatan yang bisa membantu kita dan juga teman-teman disabilitas,” ungkapnya, Kamis (22/10/2026)
Ia mengaku mendapatkan banyak informasi baru mengenai KPD setelah mengikuti sosialisasi yang diberikan Komisi Nasional Disabilitas.
Baca Juga: Memilukan! Gadis Difabel di Bogor Hamil 5 Bulan, Keluarga Lapor Polisi Dugaan Pencabulan
“Dari KND memberikan informasi begitu detail, jadi kami menjadi paham tentang Kartu Penyandang Disabilitas,” lanjut Suheriyanto.
_Membangun Ruang yang Menerima Semua Orang
Deputy CEO Agung Sedayu Group Evalina Setiawan menyampaikan harapannya agar hubungan baik antara perusahaan dan komunitas penyandang disabilitas dapat terus terjalin.
Bagi Evalina, kawasan yang dikembangkan ASG diharapkan bukan hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang menerima dan mendukung semua kalangan.
“Saya berharap pertemuan ini membawa banyak manfaat dan juga satu kerinduan buat kami semua di Agung Sedayu untuk selalu dapat menjadi rumah buat teman-teman dari Deo Caritas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan perhatian perusahaan terhadap pentingnya ruang sosial yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas yang ingin mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuannya.
Berita Terkait
-
BRI Peduli Gelar BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Berikan Pembekalan Kewirausahaan
-
Dana Atlet Disabilitas Ditilep Rp7 Miliar Buat Nyaleg dan Beli Mobil, Polisi Bekuk 2 Pejabat Bekasi
-
Balas Kebaikan Presiden Jokowi, Ribuan Warga Disabilitas Se-Jawa Barat Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka
-
5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar
-
Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu
-
Jadwal Gila 5 Laga 14 Hari, Persib Bandung Tetap Pasang Target Menang di Kandang Madura United
-
Tipu Pembelian 138 Sapi Kurban, Pedagang di Tasikmalaya Rugikan Korban Rp716 Juta