-
Polres Metro Bekasi membongkar korupsi dana hibah NPCI Kabupaten Bekasi senilai Rp7 miliar. Dua tersangka, KD dan NY, telah ditetapkan.
-
Tersangka KD diduga menggunakan Rp2 miliar dana atlet disabilitas untuk membiayai kampanye Caleg. NY memakai dana untuk membeli aset kendaraan pribadi.
-
Para tersangka merekayasa Laporan Pertanggungjawaban dengan memasukkan kegiatan fiktif. Mereka terancam hukuman penjara minimal 1 hingga 20 tahun.
SuaraJabar.id - Sebuah ironi menyedihkan kembali mencoreng dunia olahraga tanah air. Di saat para atlet disabilitas berjuang mengharumkan nama bangsa di tengah keterbatasan, dana yang seharusnya menjadi hak mereka justru dijadikan bancakan oleh oknum pengurus demi ambisi pribadi.
Polres Metro Bekasi berhasil membongkar kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tidak tanggung-tanggung, total kerugian negara akibat ulah para tersangka mencapai angka fantastis, yakni Rp7 miliar.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/11/2025), mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka utama dalam kasus ini.
"Untuk tersangka yang sudah diperiksa, yaitu berinisial KD dan NY," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, dilansir dari Antara.
Kasus ini bermula dari laporan polisi pada Agustus 2025 lalu. Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa NPCI Kabupaten Bekasi menerima total dana hibah sebesar Rp12 miliar dari APBD Pemkab Bekasi Tahun 2024. Sayangnya, amanah tersebut dikhianati.
Fakta yang paling membuat geram publik, khususnya generasi muda yang anti-korupsi, adalah aliran dana tersebut. Tersangka KD diketahui menggunakan uang hibah sebesar Rp2 miliar bukan untuk pembinaan atlet, melainkan untuk membiayai kampanye politiknya sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bekasi pada Pemilu 2024. Ambisi duduk di kursi parlemen ternyata dibayar dengan hak para atlet paralimpiade.
Sementara itu, tersangka NY memiliki modus yang berbeda namun tak kalah licik. Ia diduga menggunakan dana hibah untuk memperkaya diri sendiri dengan membeli aset kendaraan pribadi. Agar tidak terendus aparat, ia menggunakan identitas orang lain.
"Sedangkan tersangka NY menerima uang hibah sebesar Rp1,7 miliar yang digunakan untuk uang muka serta angsuran dua unit mobil dengan memakai identitas keponakannya dan identitas kakak Iparnya sebesar Rp319,4 juta. Sisanya belum bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya," jelas Mustofa.
Untuk menutupi jejak kejahatan mereka dan membuat seolah-olah anggaran terserap sebagaimana mestinya, kedua tersangka melakukan sulap administrasi. Mereka merekayasa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan memasukkan berbagai kegiatan yang sebenarnya tidak pernah ada alias fiktif.
Baca Juga: Tega Sunat Dana Pelajar, Kasus Korupsi PIP SMAN 7 Cirebon Resmi ke Meja Hijau
Kegiatan fiktif tersebut meliputi seleksi atlet, perjalanan dinas, belanja alat-alat cabang olahraga, hingga belanja modal perlengkapan kesekretariatan.
"Sehingga atas perbuatan penyimpangan yang dilakukan KD dan NY, Inspektorat Daerah Kabupaten Bekasi selaku Auditor yang melakukan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) menyimpulkan terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp7 miliar," tegas Mustofa.
Pihak kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus ini. Sebanyak 61 saksi telah diperiksa, termasuk saksi ahli dan auditor. Barang bukti berupa dua bendel SK Bupati Bekasi, mutasi rekening bank, dan uang tunai sisa hasil kejahatan sebesar Rp400 juta telah diamankan.
Kedua tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun. [Antara].
Berita Terkait
-
Tega Sunat Dana Pelajar, Kasus Korupsi PIP SMAN 7 Cirebon Resmi ke Meja Hijau
-
Akhirnya! Setelah 256 Hari Menggantung, KPK Pastikan Panggil Ridwan Kamil Kasus Bank BJB
-
Kejati Jabar Didesak Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu
-
Diduga Rampas Sertifikat Jaminan Utang Rp500 Juta, Kades di Bekasi Terancam Dipolisikan
-
Kepala Sekolah di Bekasi 'Dipaksa' Belajar Mendalam: Nasib Pendidikan Jawa Barat Ditentukan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain