- Polres Metro Bekasi menangkap pelaku pembunuhan berencana terhadap WNA Korea Selatan berinisial BCS di Bekasi pada Selasa (26/5).
- Penyelidikan kasus pembunuhan tersebut berhasil diungkap melalui analisis rekaman CCTV yang merekam pergerakan pelaku di lokasi kejadian.
- Pelaku berinisial HW ditangkap tanpa perlawanan dan kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pembunuhan berencana tersebut.
SuaraJabar.id - Pepatah sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga sangat tepat menggambarkan pelarian pelaku pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan di Bekasi.
Berkat ketelitian dalam mengolah jejak digital, Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap dalang dan eksekutor pembunuhan berencana terhadap korban berinisial BCS (66).
Kasus yang sempat menjadi misteri ini berhasil dipecahkan melalui pendekatan scientific crime investigation, di mana rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi kunci utama kepolisian dalam memetakan pergerakan pelaku secara akurat.
Kapolres Metro Bekasi melalui Kasat Reskrim AKBP Jerico Lavian Chandra menjelaskan bahwa teknologi digital tidak bisa dimanipulasi.
Meskipun para pelaku berusaha menghilangkan jejak pasca-kejadian, kamera pemantau di sekitar lokasi kejadian dan jalur pelarian merekam detail yang luput dari perhatian mereka.
"Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim penyidik melalui analisis mendalam terhadap rekaman CCTV. Dari situ, kami bisa mengidentifikasi pergerakan kendaraan dan orang-orang yang mencurigakan," jelas AKBP Jerico, dilansir dari Antara.
Berbekal keterangan tersebut, tim penyidik bergerak cepat memburu HW. Saat dilakukan penangkapan di hari yang sama, HW sedang menjalani aktivitas sehari-hari di sebuah toko bangunan milik keluarganya.
Polisi tidak menemui kendala berarti saat melakukan penangkapan karena HW tidak melakukan perlawanan dan langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Pada waktu penangkapan tidak ada perlawanan. Kami menunjukkan bukti-bukti yang sudah kami miliki sehingga yang bersangkutan mengakui perbuatannya," kata Jerico.
Baca Juga: Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Mantan Istri Sewa Eksekutor
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan pergerakan HW menuju rumah korban. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat berjalan di sekitar lokasi sambil berpura-pura melakukan panggilan telepon.
Pelaku kemudian menunggu di depan rumah korban hingga anak korban keluar dari rumah. Saat kesempatan itu muncul, HW langsung masuk ke area rumah korban.
"Dia berjalan, kemudian pura-pura menelepon. Setelah itu menunggu di depan rumah korban. Ketika anak korban keluar dari rumah, tersangka langsung masuk ke dalam pagar dan masuk ke rumah korban," ungkapnya.
Sesaat setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku langsung menjalankan aksinya terhadap korban. Berdasarkan hasil penyidikan, korban mengalami total 23 luka tusukan.
Jadi, tindak pidana itu terjadi pada Selasa (26/5).
Selain menangkap para pelaku, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berkaitan dengan perkara tersebut. Namun, hingga kini penyidik masih mencari pisau yang diduga digunakan saat pembunuhan karena dibuang ke aliran kali usai kejadian.
Berita Terkait
-
Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Mantan Istri Sewa Eksekutor
-
KDM Waspadai Kiamat Ekologi: Kerusakan Bogor Ancam Jakarta, Bekasi, hingga Karawang
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran
-
Mogok di Rel Kereta? Korlantas Polri Evaluasi Keamanan Mobil Listrik Usai Kecelakaan Maut Bekasi
-
Fakta-fakta Mengejutkan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur dan Potensi Masalah Taksi 'Green SM'
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri