Andi Ahmad S
Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB
Ilustrasi air minum dalam kemasan Aquaviva. (Pexels)
Baca 10 detik
  • Wings Group meluncurkan merek Aquviva pada Februari 2025 dengan harga murah untuk menantang dominasi pasar AMDK di Indonesia.
  • Strategi promosi masif berhasil meningkatkan jumlah uji coba konsumen namun kini menghadapi tantangan retensi yang cukup serius.
  • Konsumen mengeluhkan kualitas rasa serta sumber air PDAM yang digunakan Aquviva di pabrik Cikarang pada April 2026.

SuaraJabar.id - Pasar Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, yang selama ini didominasi oleh merek-merek raksasa seperti AQUA dan Le Minerale, kini menghadapi guncangan signifikan.

Langkah agresif Wings Group dalam meluncurkan merek Aquviva pada Februari 2025 dipandang sukses menggebrak pasar.

Dengan strategi promosi masif dan penawaran harga murah untuk volume yang lebih besar, Aquviva dianggap berhasil menciptakan gelombang uji coba (trial) yang signifikan di kalangan konsumen.

Praktisi komunikasi pemasaran di LSPR Institute, Safaruddin Husada berpendapat bahwa langkah awal Aquviva memang dirancang dengan sangat baik untuk mendobrak pasar.

Menurutnya, promosi besar-besaran yang dilakukan Aquviva berfungsi efektif sebagai penghambat hambatan masuk, penghasil perhatian dan pendorong uji coba produk.

“Tanpa upaya seperti itu, sebuah brand bahkan tidak akan masuk ke dalam pertimbangan konsumen,” ungkap Safaruddin, kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Pendekatan ini sangat sejalan dengan karakter dan rekam jejak Wings Group yang diakui keandalannya dalam menembus pasar yang sudah ada.

Pengamat bisnis dan marketing Inventure, Yuswohady menyoroti pola Wings Group yang sukses memodifikasi produk pemimpin pasar dengan tawaran yang lebih ekonomis.

“Wings selalu jadi second brand. Dia ATM brand amati, tiru, dimurahin atau dimodifikasi,” jelas Yuswohady.

Namun, di balik euforia peluncuran yang diklaim sukses tersebut, kondisi Aquviva saat ini mulai menghadapi ujian berat terkait retensi konsumen.

Baca Juga: Mogok di Rel Kereta? Korlantas Polri Evaluasi Keamanan Mobil Listrik Usai Kecelakaan Maut Bekasi

Kekecewaan konsumen terhadap kualitas produk mulai bermunculan dan ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter).

Tak sedikit konsumen yang awalnya tergiur harga murah kini melaporkan kualitas air Aquviva terasa biasa saja, hambar, hingga menyisakan rasa yang tidak nyaman.

“Aquviva air nya gak enak, kek ada rasa tanah di lidah,” keluh pengguna X dengan akun @PutraSanja41702.

Sentimen serupa disuarakan oleh @wilipradewa yang mempertanyakan kesegaran produk tersebut.

“Aquviva segernya dari mana sih gw minum aquviva rasanya kok kek air keran ya.”

Bahkan, pengguna @BobyDar4 menyoroti bahwa suhu penyajian tidak banyak membantu “Dingin tetep gak enak, apalagi kalau gak dingin malah eneg pas minum aquviva.”

Load More