- Polres Metro Bekasi menangkap SJ dan HW atas pembunuhan WNA asal Korea Selatan berinisial BCS di Bekasi.
- Tindak pidana pembunuhan sadis dengan 23 luka tusukan tersebut terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 di rumah korban.
- Penyidik menggunakan metode scientific crime investigation dan rekaman CCTV untuk mengungkap keterlibatan mantan istri korban sebagai dalang.
SuaraJabar.id - Tabir gelap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan berinisial BCS (66) akhirnya tersingkap. Polres Metro Bekasi berhasil meringkus dua orang tersangka utama yang diduga kuat merencanakan dan mengeksekusi korban secara keji.
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim penyidik melalui pendekatan scientific crime investigation, termasuk analisis mendalam terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian dan rute pelarian pelaku.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra, membeberkan bahwa dalang di balik peristiwa berdarah ini adalah orang dekat korban. Tersangka berinisial SJ, yang merupakan mantan istri korban, ditangkap terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan intensif terhadap SJ, muncul nama baru yang bertindak sebagai pelaksana di lapangan atau eksekutor.
"Pertama kami menangkap saudari SJ pada Jumat (29/5/2026). Setelah itu, yang bersangkutan menyampaikan bahwa eksekutornya adalah saudara HW," ujar AKBP Jerico, dilansir dari Antara.
Berbekal keterangan tersebut, tim penyidik bergerak cepat memburu HW. Saat dilakukan penangkapan di hari yang sama, HW sedang menjalani aktivitas sehari-hari di sebuah toko bangunan milik keluarganya.
Polisi tidak menemui kendala berarti saat melakukan penangkapan karena HW tidak melakukan perlawanan dan langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Pada waktu penangkapan tidak ada perlawanan. Kami menunjukkan bukti-bukti yang sudah kami miliki sehingga yang bersangkutan mengakui perbuatannya," kata Jerico.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan pergerakan HW menuju rumah korban. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat berjalan di sekitar lokasi sambil berpura-pura melakukan panggilan telepon.
Baca Juga: Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku
Pelaku kemudian menunggu di depan rumah korban hingga anak korban keluar dari rumah. Saat kesempatan itu muncul, HW langsung masuk ke area rumah korban.
"Dia berjalan, kemudian pura-pura menelepon. Setelah itu menunggu di depan rumah korban. Ketika anak korban keluar dari rumah, tersangka langsung masuk ke dalam pagar dan masuk ke rumah korban," ungkapnya.
Sesaat setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku langsung menjalankan aksinya terhadap korban. Berdasarkan hasil penyidikan, korban mengalami total 23 luka tusukan.
Jadi, tindak pidana itu terjadi pada Selasa (26/5).
Selain menangkap para pelaku, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berkaitan dengan perkara tersebut. Namun, hingga kini penyidik masih mencari pisau yang diduga digunakan saat pembunuhan karena dibuang ke aliran kali usai kejadian.
"Sebagian besar barang bukti sudah disita. Untuk pisau yang dibuang ke kali masih dalam proses pencarian," ucapnya.
Berita Terkait
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku
-
Demi Motor, Kakak Kelas di Karawang Tega Habisi Nyawa Pelajar 15 Tahun Secara Berencana
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
KDM Waspadai Kiamat Ekologi: Kerusakan Bogor Ancam Jakarta, Bekasi, hingga Karawang
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama
-
Revitalisasi Desa Segera Disiapkan, Jangkau 1.500 Tempat di 35 Provinsi