- Gerakan Rakyat Indramayu berunjuk rasa di Kejati Jabar pada Senin, 17 November 2025, menuntut penetapan tersangka.
- Aksi ini mendesak percepatan penetapan tersangka terkait korupsi tunjangan perumahan DPRD Indramayu senilai Rp 16,8 miliar.
- Dugaan pelanggaran hukum muncul karena besaran tunjangan DPRD Indramayu melebihi regulasi pemerintah terkait.
SuaraJabar.id - Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Indramayu (GRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat di Jalan LL RE Martadinata, Bandung, Senin (17/11/2025).
Massa mendesak agar Kejati segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Indramayu senilai Rp 16,8 miliar.
Ketua Gerakan Rakyat Indramayu (GRI), Muhamad Solihin menyampaikan tuntutan tegas agar Kejati Jabar tidak menunda penetapan tersangka.
"Tuntutan kami jelas, Kepala Kejati Jawa Barat segera tetapkan tersangka di kasus korupsi tunjangan perumahan DPRD Indramayu tahun 2022," kata dia.
Dirinya juga memaparkan terkait adanya dugaan pertemuan antara pihak yang dekat dengan Wakil Bupati Indramayu, Saefudin, dengan oknum Kejaksaan Agung di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Meski demikian, Solihin mene menegaskan jika kabar itu masih berupa dugaan yang perlu diusut.
"Dugaan ini muncul karena ada penguluran waktu. Ini harus diluruskan," tegas Solihin.
Kasus ini bermula dari laporan yang menyoroti realisasi belanja tunjangan perumahan DPRD Indramayu pada tahun anggaran 2022 yang mencapai Rp 16,8 miliar.
Dalam laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, ditemukan kejanggalan terkait penggunaan anggaran tersebut, termasuk dugaan pemberian tunjangan tanpa dasar hukum dan formula penilaian yang dianggap tidak sah.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Anggaran 2025, Wakil Wali Kota Bandung Dicegah ke Luar Negeri?
Rincian nilai tunjangan yang dilaporkan sangat besar: Ketua DPRD diduga menerima Rp 40 juta per bulan (sekitar Rp 480 juta per tahun), wakil ketua Rp 35 juta per bulan (Rp 420 juta/tahun), dan anggota dewan Rp 30 juta per bulan (Rp 360 juta/tahun).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Kontroversi Ibu Tiri Tersangka Kematian NS yang Masih Jadi Pegawai Kemenag di Sukabumi
-
Laba Tembus Rp57,132 Triliun, BRI Tegaskan Komitmen Dorong Ekonomi Kerakyatan