- Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar program Aktivasi Desa Kreatif di Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 3 November 2026.
- Acara tersebut menghadirkan Gimersia Playday yang menampilkan board game lokal bagi anak-anak serta fasilitasi pendaftaran merek untuk pelaku usaha.
- Menteri Teuku Riefky Harsya menyatakan program itu bertujuan menjadikan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Tetapi Wuri tahu, kemampuan membuat kue saja belum cukup untuk membawa usahanya berkembang. Selama ini, pemasaran masih banyak mengandalkan rekomendasi teman dan orang-orang terdekat. Ia pernah mencoba mempromosikan produknya melalui media sosial, tetapi belum menemukan cara yang benar-benar efektif.
Mengikuti kursus pemasaran berbayar pun tidak selalu mudah karena membutuhkan biaya tambahan.
Karena itu, kesempatan mengikuti program fasilitasi pendaftaran merek dari Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi pengalaman penting baginya. Memiliki identitas merek sendiri memberi kebanggaan sekaligus menambah kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha. Meski begitu, ia masih berharap ada lebih banyak pelatihan pemasaran dan dukungan yang dapat membantunya memperluas pasar.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut semangat Wuri. Ia mendorong pelaku usaha untuk segera mendaftarkan merek, sebab merek bukan sekadar nama atau penanda produk, lebih dari itu, merek adalah bagian utama dari aset usaha yang perlu dilindungi. Kepemilikan merek juga dapat menjadi salah satu unsur pendukung ketika pelaku usaha mengajukan pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Hari ini kami fasilitasi, segera daftarkan mereknya. Kalau sudah ada merek, nanti bisa diajukan untuk KUR,” ujar Riefky.
Kisah Wuri dan geliat industri board game lokal memperlihatkan wajah ekonomi kreatif yang tumbuh melalui jalur berbeda. Ada yang berangkat dari keterampilan membuat kue di dapur rumah, ada yang mengembangkan permainan untuk mempertemukan anak-anak, dan ada pula yang berusaha membawa karya lokal menuju pasar yang lebih luas. Semuanya membutuhkan ruang untuk belajar, kesempatan untuk berkembang, serta perlindungan agar karya dan produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.
Itulah yang coba dibangun melalui Aktivasi Desa Kreatif di Bojonggede. Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan kolaborasi empat direktorat melalui sejumlah kegiatan, mulai dari Workshop Harmoni Seni Pertunjukan, Workshop Fotografi dan Penulisan, Showcase dan Playday Board Game, hingga Fasilitasi Pendaftaran Merek bagi pelaku ekonomi kreatif.
Workshop Fotografi dan Penulisan, misalnya, membekali 50 peserta dengan keterampilan memotret produk dan menyusun cerita untuk kebutuhan promosi. Melalui tema “Melihat, Mengenal, Bercerita”, pelaku kreatif diajak memahami bahwa sebuah produk tidak cukup hanya dibuat dengan baik. Produk juga perlu ditampilkan dan diceritakan secara menarik agar lebih mudah dikenal calon pembeli.
Sementara itu, Workshop Harmoni Seni Pertunjukan diarahkan untuk memperkuat keterampilan artistik, mengeksplorasi potensi budaya lokal, serta mendorong kolaborasi antarpelaku seni. Adapun fasilitasi pendaftaran merek memberikan pendampingan bagi 50 pelaku ekonomi kreatif di Bojonggede dan sekitarnya untuk memahami serta melindungi identitas produk mereka.
Dalam sambutannya, Menteri Riefky menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh di kota-kota besar. Desa-desa memiliki kekayaan budaya, talenta, dan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Program Aktivasi Desa Kreatif, menurut dia, merupakan salah satu cara menerjemahkan arah pembangunan yang menempatkan desa sebagai bagian penting dari pemerataan ekonomi. Pelaku kreatif harus menjadi pusat pengembangan, jangan hanya penerima manfaat program.
“Kita ingin potensi lokal dan kreativitas masyarakat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dari desa harus lahir produk kreatif unggulan, pelaku usaha yang semakin kuat, dan talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” ujar Riefky.
Baca Juga: Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor
Ia berharap kegiatan di Bojonggede tidak berhenti menjadi pelatihan sehari. Pengetahuan yang diperoleh perlu diteruskan menjadi kolaborasi, komunitas, usaha, dan karya yang terus berkembang. Termasuk, tumbuhnya komunitas board game yang kelak dapat menghidupkan kegiatan seperti kafe permainan maupun usaha reseller di daerah.
“Jangan sampai kreativitas masyarakat desa hanya berhenti sebagai potensi yang kita ceritakan. Kita ingin potensi itu tumbuh menjadi karya, karya menjadi produk, dan produk membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan. Inilah semangat kita, ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi,” kata Riefky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri