Indeks Terpopuler News Lifestyle

SAH! Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung Jadi Calon Relawan Uji Vaksin Covid

Pebriansyah Ariefana Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:57 WIB

SAH! Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung Jadi Calon Relawan Uji Vaksin Covid
Wapres Ma'ruf Amin bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dua dari kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir (batik warna biru) usai rapat membahas industri halal. (Foto: Dok. Setwapres)

Mereka akan disuntikkan cairan vaksin COVID-19 dalam waktu dekat.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung Oded M Danial menjadi relawan uji vaksin virus corona asal China, Sinovac Biotech. Mereka akan disuntikkan cairan vaksin COVID-19 dalam waktu dekat.

Mereka bagian dari 800 orang yang sudah terdaftar menjadi relawan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang akan dimulai 11 Agustus 2020 mendatang.

Ridwan Kamil dan Oded masuk dalam daftar relawan yang akan disuntikan vaksin buatan Sinovac Biotech.

Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) menjelaskan Kusnandi Rusmil UNPAD respons positif dari masyarakat terkait uji klinis calon Vaksin Covid-19. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pendaftar yang berminat untuk menjadi relawan.

Hanya saja tak semua relawan lolos dalam seleksi yang dilakukan tim dari Unpad karena persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya yakni warga Kota Bandung.

"Alhamdulillah respons sangat bagus, banyak sekali yang mau jadi relawan. Sampai sekarang sudah ada 800 orang. Pak Gubernur dan Wali Kota juga siap jadi relawan, tapi saya bilang boleh-boleh saja, asalkan diperiksa dulu," ujar Kusnandi di FK Unpad, Jalan Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

Kusnandi mengatakan, banyak tenaga medis termasuk dokter yang mengajukan diri untuk menjadi relawan. Namun, pihaknya menolak karena lokasi tenaga medis tersebut berada diluar Kota Bandung.

Sehingga, dinilai cukup sulit untuk melakukan proses pemantauan yang berlangsung selama enam bulan.

"Penelitian ini akan ada lima kali datang, takutnya nanti mereka ada keperluan mendadak itu akan menjadi sulit. Jadi yang dianjurkan dan diterima itu dari Kota Bandung. Maksudnya itu supaya kita gampang memantaukan," paparnya.

Kusnandi pun memastikan, proses pendaftaran bagi relawan masih berlanjut selama dua bulan sejak Juli hingga Agustus ini. Karena, tim penliti masih kekurangan jumlah relawan dari target 1.620 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait