SuaraJabar.id - Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bagian dari Danantara terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pembangunan nasional dengan menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang menempatkan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sebagai bagian penting dalam perjalanan Indonesia ke depan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa momentum kemerdekaan menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi BRI untuk terus memperluas kontribusinya bagi bangsa, terutama dengan memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan nasional.
“Kami percaya bahwa kedaulatan dan kemajuan Indonesia berawal dari ekonomi rakyat. Dalam konteks ekonomi kerakyatan, BRI hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang proaktif mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat, utamanya melalui pemberdayaan UMKM,” terang Hery.
Komitmen tersebut diwujudkan BRI melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dari hulu hingga hilir, mulai dari memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, mendekatkan layanan keuangan hingga wilayah perbatasan dan kepulauan, memperkuat ekonomi desa, menyediakan akses hunian, hingga melayani masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri. Setidaknya terdapat delapan kontribusi utama BRI untuk Indonesia, yaitu:
Baca Juga:131 Cabang Serentak Gelar BRI KKB Expo 2026, Yuk Wujudkan Mobil Impian
1. Penyalur Kredit UMKM Terbesar di Indonesia
Keberpihakan BRI terhadap ekonomi kerakyatan salah satunya tercermin dari besarnya dukungan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Hingga akhir Triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.235 triliun, atau sebesar 75,2% dari total portofolio kredit perseroan, menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia.
Di sisi lain, hingga akhir Juni 2026 BRI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur. Penyalurannya didominasi sektor produktif yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat, dengan sektor pertanian mengambil porsi 42,68% dan perdagangan sebesar 32,34%.
2. Hadirkan Layanan Keuangan hingga Perbatasan dan Pulau Terluar
Luasnya bentang geografis Indonesia membuat pemerataan layanan keuangan membutuhkan pendekatan yang adaptif. Oleh karena itu, BRI terus memperkuat kehadiran layanan di berbagai wilayah, mulai dari pusat aktivitas ekonomi hingga kawasan perbatasan, desa, pesisir, dan kepulauan.
Hingga Juni 2026, BRI memiliki lebih dari 7.000 jaringan kantor. Kehadiran BRI di tingkat komunitas diperkuat oleh 1,13 juta BRILink Agen yang telah melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa. Sepanjang semester I 2026, jaringan tersebut mencatatkan lebih dari 501 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp841 triliun. Capaian ini menunjukkan peran BRILink Agen tidak hanya sebagai titik transaksi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal sekaligus sarana perluasan inklusi keuangan hingga tingkat desa.
Di sisi lain, kehadiran agen juga membuka peluang usaha dan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. Dukungan layanan tersebut semakin lengkap dengan sekitar 19 ribu ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan
Untuk wilayah dengan tantangan geografis yang lebih kompleks, BRI menghadirkan pendekatan layanan yang lebih adaptif melalui Teras Kapal BRI. Saat ini layanan perbankan terapung tersebut beroperasi melalui Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas, serta Nera Seva di Labuan Bajo.
3. Perluas Akses Digital, Pengguna BRImo Capai 49,7 Juta Pengguna
Jangkauan fisik BRI diperkuat dengan transformasi digital agar layanan keuangan dapat diakses masyarakat tanpa terbatas jarak dan waktu. Salah satu penggerak utamanya adalah Super App BRImo.
Hingga Juni 2026, BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna dengan 3,32 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun. Pemanfaatannya telah berkembang dari kebutuhan transaksi dasar seperti transfer dan pembayaran hingga investasi dan berbagai kebutuhan gaya hidup.
Dengan demikian, digitalisasi tidak menggantikan jaringan fisik BRI, tetapi memperluas pilihan masyarakat dalam memperoleh layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
4. Bangun Kekuatan Ekonomi dari Desa Melalui Pemberdayaan UMKM
Selain memperluas pembiayaan, BRI mendorong pelaku usaha dan desa agar memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk tumbuh secara mandiri. Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh pengembangan usaha, kelembagaan, digitalisasi hingga perluasan akses pasar.
Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Sementara melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.