- Pemkot Bandung menjajaki kerja sama dengan Kota Cuenca di bidang kebudayaan hingga olahraga pada Jumat, 16 Oktober 2026.
- Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan kolaborasi tersebut mencakup pameran produk kreatif, pertunjukan seni, serta pelestarian bangunan bersejarah.
- Bandung berencana menindaklanjuti rencana ini melalui konferensi video guna merumuskan bentuk kolaborasi bersama institusi di Ekuador.
SuaraJabar.id - Pemkot Bandung menjajaki kerja sama dengan Kota Cuenca, Ekuador, di sejumlah bidang, meliputi kebudayaan, ekonomi kreatif, pelestarian bangunan bersejarah, pendidikan, dan olahraga.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik penjajakan tersebut. Menurut dia, kerja sama antarkota perlu dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan kolaborasi yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah.
“Kerja sama ini perlu diarahkan pada bidang-bidang yang konkret dan dapat dilaksanakan, sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Farhan di Bandung, Jumat (16/10/2026).
Dalam bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif, sejumlah peluang kolaborasi yang ditawarkan Ekuador antara lain pameran cokelat, kopi, kerajinan tangan, dan tekstil. Selain itu, terdapat peluang penyelenggaraan pemutaran film serta pertunjukan seni dan musik tradisional Ekuador.
Baca Juga:Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok
Pemkot Bandung juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha cokelat artisan di Bandung melalui pengenalan produk, pertukaran pengalaman, dan promosi.
Farhan mengatakan, Bandung memiliki potensi di bidang musik, seni rupa, film, dan berbagai kegiatan kebudayaan yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut.
“Kota Bandung memiliki potensi di bidang musik, seni rupa, film dan berbagai kegiatan kebudayaan yang dapat dikembangkan bersama,” katanya.
Selain kebudayaan dan ekonomi kreatif, pelestarian bangunan bersejarah menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan.
Farhan menjelaskan, rumah dinas Wali Kota Bandung memiliki nilai sejarah karena dibangun pada 1875. Sementara itu, pengalaman Cuenca dalam melestarikan kawasan bersejarah dinilai dapat menjadi referensi bagi Bandung dalam memperkuat perlindungan dan pengelolaan bangunan cagar budaya.
Baca Juga:DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas
“Kota Bandung dapat belajar dari pengalaman Cuenca dalam pelestarian kawasan bersejarah, sekaligus bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan dan perlindungan bangunan cagar budaya,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkot Bandung menjajaki komunikasi melalui konferensi video dengan pusat kebudayaan, ruang pertunjukan, teater, komunitas seni, serta institusi terkait di Ekuador. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi peluang dan merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat direalisasikan.
Penjajakan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus memperkuat hubungan antara Bandung dan Cuenca melalui kerja sama yang sesuai dengan potensi kedua kota.
[ANTARA]