- Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Cisarua mengalami gejala keracunan massal pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Gejala pusing dan mual muncul setelah para korban meminum susu dari program Makan Bergizi Gratis.
- Para siswa yang terdampak langsung dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo untuk mendapatkan perawatan medis.
SuaraJabar.id - Salah satu orang tua siswa mengungkapkan detik-detik anaknya mengalami gejala dugaan keracunan massal yang terjadi di SMP Negeri 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026).
Orang tua yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, anaknya mulai mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, susu tersebut diminum anaknya sekitar pukul 09.30 WIB.
"Minum susu itu sekitar jam 9 lebihan pagi," katanya kepada SuaraJabar di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG), Cisarua, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga:Jelang Wisuda Akhir November, Mahasiswi IPB Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Ia menyebutkan, anaknya saat ini masih menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) RSPG.
"Masih menjalani perawatan di dalam," imbuhnya.
Orang tua tersebut menduga susu dari program MBG menjadi penyebab munculnya gejala yang dialami anaknya.
Dugaan itu muncul karena, menurut pengamatannya, siswa yang tidak mengonsumsi susu tidak mengalami gejala serupa.
"Saya duga itu akibat susu, karena yang enggak minum susu enggak apa-apa," tuturnya.
Baca Juga:Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor
Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Diberitakan sebelumnya sejumlah siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, gejala keracunan tersebut diduga muncul setelah para siswa mengonsumsi susu yang disinyalir sudah basi.
Dalam video yang diterima, sejumlah siswa terlihat mendapatkan penanganan medis. Bahkan, beberapa di antaranya tampak menjalani perawatan menggunakan infus.
Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) juga terlihat sibuk menangani para siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayahnya. Namun, ia belum menjelaskan secara terperinci penyebab dugaan keracunan massal yang dialami para pelajar tersebut.