SuaraJabar.id - Seorang mahasiswi bernama Mayang Muriyana Saputri (20), tewas mengenaskan usai tertabrak KRL Commuterline di perlintasan sebidang di Kampung Gedong, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Jajang Rahmat mengatan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.35 WIB. Saat itu, Mayang yang mengendarai motor bernomor polisi F 4516 FBB melintasi pelintasan kereta sebidang (ilegal) di daerah Bojonggede.
"Korban ditabrak kereta dari Jakarta ke Bogor. Diduga korban tidak mendengar ada kereta karena memakai headset," kata Jajang, Jumat (12/4/2019).
Akibatnya, korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi luka parah di kepala serta bagian kaki dan tangan putus. Sedangkan, motor yang dikendarai korban terpental puluhan meter dari lokasi tabrakan.
"Korban meninggal dunia di lokasi, luka parah di kepala, kaki dan tangan," jelas Jajang.
Polisi yang mendapat laporan tersebht langsung menuju lokasi kejadian untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Saat ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
"Korban sudah dievakuasi, sekarang menunggu pihak keluarganya datang," tutup Jajang.
Kontributor : Rambiga
Berita Terkait
-
Dua Tentara Ditabrak Commuter Line di Pasar Minggu, Badannya Hancur
-
40 Persen KRL di Indonesia Sudah Tua, Penyebab Banyak Gangguan
-
Polisi Ciduk 2 Pelaku Penghina Presiden Jokowi di Bogor
-
Lelaki yang Hina Presiden Jokowi di Jalanan Bogor Ternyata Anggota FPI
-
Hina Jokowi di Pinggir Jalan Cileungsi, Lelaki Misterius Ini Ditangkap
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita