SuaraJabar.id - Sebanyak 55 pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di RS Marzuki Mahdi, Kota Bogor tercatat masuk ke daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) dalam Pemilu pada 17 April 2019.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor Samsudin mengatakan puluhan pasien ODGJ tersebut sebelumnya sudah melalui verfikasi data dan rekomendasi dokter untuk dapat mendapat haknya.
"Jadi tidak sembarangan, sudah verifikasi data dan rekomendasi dokter. Hasilnya ada 55 pasien yang bisa mencoblos besok," katanya, Selasa (16/4/2019).
Terkait pelaksanaannya, para pasien tersebut dapat mencoblos ke tempat pemungutan suara (TPS) di sekitar rumah sakit dengan disampingi dokter atau petugas yang akan mendatangi pasien ke kamarnya.
"Tergantung kondisi pasien dan rekomendasi dokter, bisa ke TPS langsung atau nyoblos di ruang rawat dengan petugas didampingi saksi," jelas Samsudin.
Samsudin menambahkan bahwa ODGJ memiliki hak pilih berdasarkan regulasi KPU serta rekomendasi Bawaslu dan diatur undang-undang dan sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tertuang dalam putusan nomor 135/PUU-XIII/2015.
"Nanti petugas kami juga akan jemput bola ke beberapa rumah sakit di Kota Bogor," tutupnya.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Main Game Asyik Plus Dapat Manfaat Kesehatan, Apa Saja Sih...?
Berita Terkait
-
Sangkal Politik Uang, PKS: Caleg Ali Hanya Ganti Biaya Konsumsi Emak-emak
-
Tidak Golput Pemilu 2019 Bisa Gratis Masuk Ragunan Besok
-
H-1 Pencoblosan, Selebaran Golput di Pemilu 2019 Beredar di Makassar
-
Curhat WNI Nyoblos di New York: Ada Bule Bandingkan Jokowi dan Trump
-
Beda dengan Jokowi, Kaesang dan Gibran Bakal Nyoblos di TPS Manahan Solo
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar
-
Bisnis Kebencian: Resbob Dituntut 2,6 Tahun Penjara Usai 'Jual' Isu SARA Demi Saweran
-
5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Demi Capai Inklusi Keuangan Masyarakat, Holding Ultra Mikro BRI Makin Solid
-
Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Disegel: Kontraktor Klaim Belum Dibayar, MUI Sebut Sudah Lunas