"Setelah di urut itu katanya mengalami kejang kemudian di bawa ke rumah sakit," kata dia.
Sejauh ini, ia mendapatkan kabar FA dan keluarganya baru saja tinggal di Kota Bekasi selama dua bulan belakangan ini.
"Tinggal baru sekitar dua bulanan, warga baru, katanya juga belum melapor ke perangkat RT/RW," katanya.
Kini, lanjutnya, kedua orangtua FA memilih pindah ke kampung halaman di Majalengka, Jawa Barat setelah kepergian putra semata wayangnya.
Barang-barang keluarga korban telah dibawa ke Majalengka pada, Senin (9/9/2019) kemarin. Sementara Kedua orang tua FA telah berada di Majalengka.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi Aris Setiawan berjanji akan meluruskan kasus yang menimpa FA dan IB.
"Besok kami rencananya mau ke lokasi kejadian bersama dengan Pemkot Bekasi," katanya.
Kedatangan tim KPAI Kota Bekasi tersebut untuk menggali keterangan dari keluarga IB dan warga setempat, sekaligus meluruskan kabar yang tengah beredar di jagat maya.
"Karena ini viral kan, makanya harus juga di luruskan tujunnya agar keluarga tertuduh juga merasakan kenyamanan," ujarnya.
Baca Juga: Bocah SD Tewas Dibully Teman, Ibunda FA Diminta Buat Laporan Polisi
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Hotman Paris Beri Pendampingan Hukum Gratis untuk Korban Penganiayaan di Bandung
-
Pemeriksaan Perdana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Kejati Jabar