SuaraJabar.id - Pasangan suami istri (Pasturi) di Kota Depok, Jawa Barat harus menjalani perawatan medis karena digigit seekor beruk berukuran besar.
Perwira Pelaksana Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok Merdi Setiawan mengatakan, beruk tersebut mengigit pasangan suami istri saat berkendara melintasi Jalan Tole Iskandar, Pancoran Mas pada Senin (4/11/2019).
Diketahui, beruk tersebut terlepas dari kandangnya di Jalan Tole Iskandar Perumahan Belacassa Blok Edelweis 5 RT 02/RW 023 Pancoran Mas Kota Depok.
"Hewan liar tersebut kabur hingga menggigit pasangan suami istri yang tengah berkendara. Pasangan suami istri itu mengalami luka yang cukup serius," kata Merdi ketika dikonfirmasi.
Merdi mengatakan, kekinian belum diketahui identitas pasangan suami istri yang diserang beruk liar tersebut. Sebab, usai kejadian langsung dibawa ke rumah sakit oleh warga sekitar.
"Korban dua orang, yaitu pasutri. Yang suami luka robek 14 jahitan. Sedangkan, istrinya harus transfusi darah akibat digigit beruk. Ditambah lagi yang bersangkutan dalam kondisi hamil," jelas Merdi.
Merdi menjelaskan, Beruk tersebut awalnya milik warga sekitar yang dilepas sekitar lima tahun lalu. Karena takut menyerang warga, akhirnya warga menangkap dan memasukkan binatang primata tersebut ke kandang besi.
Seiring berjalannya waktu, beruk tersebut semakin besar hingga terlepas dari kandang dengan cara merusak teralis besi. Setelah lepas dari kandang, beruk tersebut berlari menyerang pasangan suami istri yang tengah melintas di sekitar lokasi kejadian.
"Jadi, dia menggelayut dari arah belakang, dan mengigit punggung korban wanita hamil itu. Suaminya, yang mengemudikan kehilangan arah menabrak tembok," bebernya.
Baca Juga: Serangan Hewan Liar di Wonosari Meningkat, Warga Resah
Setelah itu, beruk tersebut berlari dan masuk ke dalam mobil rongsok. Warga yang berusaha memburunya tidak berani menangkap, melihat perawakan beruk yang cukup besar dan taringnya yang cukup tajam.
"Warga menelepon (damkar), sekitar pukul 08.00 WIB. Personel dibantu oleh Tim Animal Defender langsung mendatangi lokasi," jelasnya.
Selanjutnya, Tim melakukan evakuasi satwa liar itu dengan cara menembakkan bius. Tak menunggu waktu lama, petugas langsung memasukkannya ke dalam kandang besi yang telah diperbaharui oleh warga.
"Jadi kandangnya ditambah lagi teralis, agar tidak bobol lagi. Sekarang, beruk tersebut sudah dimasukkan ke kandang," terangnya.
Pemadam Kebakaran Kota Depok, telah berkoordinasi dengan Kebun Binatang Ragunan untuk menyerahkan dan mengurus hewan tersebut, namun keterbatasan tempat akhirnya beruk itu tidak diterima.
"Tidak ada tempat di sana, jadi solusinya tetap di kandang tapi nanti akan divaksin. Memang sulit juga, kalau dilepas ke alam bebas nanti malah mati. Primata ini, berbeda dengan hewan lain. Mereka butuh penyesuaian lama," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Rakernas 2026, APUDSI Targetkan Infrastruktur Nasional Rampung dalam Dua Bulan
-
MUI Tasikmalaya: Ahmadiyah Sebagai Warga Negara Harus Dilindungi Sesuai Konstitusi
-
Waka BGN Minta Pekerja Keramba di Purwakarta Dijadikan Pengusaha Perikanan
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
143 Juta Orang Diprediksi Mudik, Menhub: Jawa Barat Jadi Titik Fokus