SuaraJabar.id - Pengadilan Negeri Sukabumi memvonis terdakwa RG (16) yang melakukan pencabulan dan pembunuhan terhadap adik angkatnya, Nadia Putri (5) dengan hukuman tujuh tahun enam bulan penjara ditambah pelatihan kerja selama 10. Selain RG, sang adik kandungnya, Rd (13 tahun) harus menjalani masa pembinaan.
Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang tertutup yang diketuai Majelis Hakim Susi Pangaribuan serta dua hakim anggota Tri Handayani dan Parulian Manik. Rd divonis mengikuti pelatihan kerja di panti sosial rehabilitasi anak berhadapan dengan hukun (PSR ABH) Cileungsi, Bogor, selama satu tahun.
Meski begitu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Widiarto Adi Nugroho masih pikir-pikir dengan vonis tersebut.
"Majelis hakim memutus terdakwa Rd dengan menjatuhkan tindakan berupa rehabilitasi dan pelatihan kerja selama satu tahun, namun begitu kami mengambil sikap pikir-pikir terhadap putusan tersebut," ucap Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Widarto Adi Nugroho, didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abram Nami seperti diberitakan Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com pada Kamis (7/11/2019).
Adi mengemukakan pertimbangan yang diambil JPU, karena majelis hakim memvonis terdakwa dengan ayat yang berbeda yang digunakan JPH. Tetapi, Majelis hakim menggunakan pasal yang sama dengan tuntutan JPU, pasal 82 jo pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU RI nomor satu tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
"Kami meminta waktu untuk pikir-pikir terhadap putusan selama tujuh hari. Nantinya apakah kita menyatakan sikap dengan melakukan upaya hukum atau tidak. Sedangkan, untuk ibu angkat Nadia Putri sekaligus ibu kandung RG dan Rd, Yuyu, masih dalam tahap melengkapi berkas dari pihak kepolisian," pungkasnya.
Untuk diketahui, Sri Rahayu alias Yuyu, RG dan Rd merupakan pelaku pembunuhan dan pencabulan terhadap Nadia Putri. Peristiwa nahas tersebut terjadi di rumah keluarga angkat korban di Kampung Bojongloawetan RT 04/08, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu pada Minggu (22/9/2019).
Setelah korban tewas, Yuyu bersama RG dan Rd membuang jasadnya di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Kasus Pencabulan 15 Siswa, Instruktur Pramuka Dituntut Hukuman Kebiri
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Viral Chat Tak Pantas Diduga Guru Besar ke Mahasiswi: Minta Foto Bikini hingga Ajak Minum Brandy
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi