SuaraJabar.id - Seorang ibu rumah tangga bernama Lia (31) ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Kampung Kebonjeruk, Badak Putih, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa (19/11/2019) siang. Namun, sejak kini, penyebab Lia tewas masih misterius.
Dari hasil pemeriksaan, dokter umum Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu, dr Nurul kepada Sukabumiupdates.com--jaringan Suara.com, mengatakan, tak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh Lia.
"Hasil pemeriksaan visum luarnya tidak ditemukan jejak kekerasan, baik benda tumpul maupun benda tajam," ujarnya.
Nurul menjelaskan, dari hasil pemeriksaan pula ditemukan memar di bagian mulut. Namun memar itu kemungkinan akibat jatuh tersungkur dan membentur lantai. Hal itu diperkuat dengan kondisi penemuan jasad Lia yang saat itu dalam keadaan tertelungkup di lantai.
"Ada lebam, cuma lebam mayat. Tubuhnya sudah bengkak, ciri-ciri tewasnya sudah lebih dari satu hari. Bisa dua hari, soalnya ada beberapa bagian kulitnya mengelupas. Ini baru hasil pemeriksaan visum luar, jadi sebab kematiannya belum bisa ditentukan. Harus dilakukan pemeriksaan visum dalam," tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Firman Taufik menambahkan, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian. Namun demikian, dugaan sementara Lia meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.
"Untuk darah yang berceceran, hasil penyelidikan di lapangan kemungkinan berasal adanya pecah pembuluh darah akibat tersungkur ke lantai. Karena hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Barang-barang berharga di dalam rumah juga tidak ada yang hilang," katanya.
Berita Terkait
-
Sakit Epilepsi Kambuh, Slamet Ditemukan Mengambang di Situ Pedongkelan
-
Ibu Mayat Remaja Keterbelakangan Mental di Cilacap Kerap Berperilaku Aneh
-
Tak Beridentitas, Mayat Wanita Terbungkus Seprai Gegerkan Makassar
-
Tertutup Plastik dan Diikat, Remaja Keterbelakangan Mental Dikubur di Rumah
-
Mendadak Kejang-kejang, Lelaki Renta Tewas saat Dilayani PSK
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Aksi Dini Hari Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pimpin Korve Tambal Lubang Jalur Parung-Kemang
-
Hanya Mengaku Mencubit, ASN BPK Tersangka Penganiaya ART Tak Berkutik Saat Ditahan Polres Bogor
-
Hina Suku Sunda Saat Mabuk, YouTuber Resbob Didakwa Pasal Ujaran Kebencian di PN Bandung
-
Skandal Kematian NS di Sukabumi Makin Rumit! Kuasa Hukum Ibu Tiri TR Curigai Pihak Lain Terlibat
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam