Chandra Iswinarno
Rabu, 01 Januari 2020 | 18:29 WIB
Delapan desa di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa barat, terendam banjir, Rabu (1/1/2020). Satu orang hanyut terbawa arus dan hingga kekinian belum ditemukan. [Suara.com/Rambiga]

SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 41 lokasi terdampak bencana di kawasan tersebut pada Rabu (1/1/2020). Mayoritas bencana yang terjadi merupakan banjir yang disebabkan luapan sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan mengatakan, puluhan lokasi bencana tersebar di sejumlah kecamatan sejak pagi hingga siang tadi.

"Hari ini terlaporkan 41 lokasi bencana, mulai dari ringan pohon tumbang, rumah kena angin, ada juga kebakaran tapi mayoritas 80 persen adalah banjir," kata Yani pada Rabu (1/1/2020).

Untuk wilayah yang paling terdampak secara luas bencana banjir terdapat di Bojong Kulur. Namun, secara kerusakan terdampak banjir yang disebabkan luapan sungai itu berada di wilayah Jasinga.

"Paling luas ada di Bojong Kulur sampai 14 RW yang terdampak. Kalau kerusakan itu di Jasinga," jelasnya.

Saat ini, tambah Yani, pihaknya sudah membuat delapan posko di beberapa daerah rawan bencana seperti kawasan Puncak, Bogor Barat dan Bogor Timur.

"Untuk posko bencana sudah ada delapan. Tiga posko di wilayah selatan (Puncak) Ciawi, Megamendung, Cisarua. Kemudian sisanya di Barat Kabupaten Bogor dan Timur Kabupaten Bogor," katanya.

Sementara untuk jumlah korban meninggal akibat bencana yang terjadi di Bogor hingga saat ini sudah mencapai tujuh orang. Menurut Yani, data tersebut berdasarkan pernyataan Danramil dan juga data yang terpantau BPBD Kabupaten Bogor.

"Tadi Danramil melaporkan daerah Jasinga ada tiga, kalau kami yang terekam ada empat orang. Berarti sudah tujuh yang meninggal," katanya.

Baca Juga: 9 Orang Tewas dalam Kepungan Banjir Jakarta dan Sekitar, Ini Daftarnya

Selain korban meninggal dunia, lanjut Yani, mash terdapat 1 orang atas nama Hilman (15) warga Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga yang hilang terseret banjir akibat luapan Sungai Cidurian.

"Ditambah satu orang masih hilang," katanya.

Kontributor : Rambiga

Load More