- Warga Kayumanis, Kota Bogor menolak rencana pembangunan fasilitas PSEL karena minimnya sosialisasi resmi dari pihak pemerintah setempat.
- Masyarakat khawatir pembangunan fasilitas sampah di kawasan padat penduduk tersebut akan menurunkan kualitas kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
- Warga mendesak Pemerintah Kota Bogor melakukan dialog terbuka serta memberikan penjelasan transparan mengenai dampak lingkungan proyek tersebut.
SuaraJabar.id - Penolakan mengenai pembangunan fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor semakin panas.
Warga mengklaim bahwa hingga saat ini minim sosialisasi soal pembangunan PSEL di kawasan Kayumanis tersebut memicu kekhawatiran akan dampak buruk terhadap kesehatan serta kenyamanan warga sekitar.
Warga Kayumanis menegaskan bahwa mereka belum pernah mendapatkan sosialisasi yang memadai dari pemerintah terkait proyek PSEL tersebut.
"Kalau memang ini untuk kepentingan umum, harusnya ada penjelasan dulu ke warga. Jangan tiba-tiba mau dibangun di sini,” ujar salah satu ibu rumah tangga di lokasi, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, warga juga menilai lokasi Kayumanis yang berada di kawasan padat penduduk tidak tepat untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berskala besar.
Mereka khawatir keberadaan PSEL dapat berdampak pada kesehatan serta kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, termasuk potensi bau tidak sedap dan pencemaran lingkungan.
Menanggapi adanya penolakan dari warga ini, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim tidak memberikan tanggapan panjang. Saat dikonfirmasi, ia hanya menjawab singkat.
“Gausah lah, kita kan nggak ada yang gitu-gitu,” ujar Dedie.
Tanggapan singkat ini, yang seolah menepis adanya persoalan, justru berpotensi menambah kekecewaan dan frustrasi di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
Di tengah kebutuhan akan dialog dan penjelasan transparan, respons yang minim dari pimpinan daerah bisa memperkeruh suasana.
Meskipun demikian, warga tetap berharap Pemerintah Kota Bogor dapat mendengar dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebelum melanjutkan rencana pembangunan PSEL di wilayah Kayumanis.
Mereka menegaskan tidak menolak program penanganan sampah secara keseluruhan, namun meminta agar pelaksanaannya tidak merugikan warga sekitar.
Warga juga meminta adanya sosialisasi yang terbuka serta kajian yang jelas terkait dampak lingkungan dan kesehatan dari proyek tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Pemerintah Kota Bogor terkait tindak lanjut penolakan warga tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
Longsor hingga Banjir Lintasan Terjang Bogor, 20 Rumah Warga Terendam
-
Lubang Septic Tank Terbuka Renggut Nyawa Balita di Sukabumi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Tambang Ditutup 7 Bulan, Bupati Bogor Minta Dedi Mulyadi Beri Kepastian Warga
-
Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot