Andi Ahmad S
Senin, 04 Mei 2026 | 21:53 WIB
Ilustrasi Longsor di Bogor [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Hujan deras menyebabkan 12 bencana tanah longsor dan banjir di berbagai wilayah Kota Bogor pada awal Mei 2026.
  • Peristiwa tersebut merusak sejumlah rumah warga, menimbulkan korban luka, serta memaksa penduduk mengungsi ke tempat yang aman.
  • BPBD Kota Bogor melakukan penanganan darurat dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana akibat curah hujan tinggi.

SuaraJabar.id - Kota Bogor kembali dihantam rentetan bencana alam. Hujan deras memicu rangkaian tanah longsor dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, yang mengakibatkan kerusakan rumah hingga memaksa warga mengungsi pada Senin (5/5/2026).

Dalam rentang waktu hanya dua hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sedikitnya 12 kejadian bencana, didominasi oleh peristiwa tanah longsor yang tersebar di berbagai kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama pemicu kejadian. Kondisi ini diperparah oleh kondisi tanah yang labil dan gerusan aliran sungai di sejumlah titik, yang memang menjadi karakteristik geografis Kota Bogor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sedikitnya 12 kejadian bencana dalam rentang Minggu (3/5) hingga Senin (4/5), didominasi peristiwa tanah longsor yang tersebar di berbagai kecamatan.

Angka 12 kejadian dalam dua hari menunjukkan betapa masifnya dampak dari cuaca ekstrem yang melanda.

"Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, ditambah kondisi tanah yang labil serta erosi di bantaran sungai,” ujar Dimas, dilansir dari Antara.

Salah satu peristiwa terjadi di Kelurahan Sukasari, Bogor Timur, dengan longsoran setinggi 30 meter yang berdampak pada lima rumah warga. Seorang warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan punggung akibat tertimpa material longsor.

Longsor juga terjadi di wilayah Pasir Kuda, Bogor Barat, yang menimpa rumah warga hingga penghuni terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.

Di wilayah Ranggamekar, Bogor Selatan, longsor susulan merusak sebagian besar rumah warga dan menyebabkan satu korban luka ringan. BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi tersebut, meliputi pembangunan tembok penahan tanah (TPT), hunian sementara, serta bantuan logistik.

Baca Juga: Diiringi Kereta Kencana, Mahkota Binokasih Akan Diarak Keliling 8 Kota di Jawa Barat

Selain longsor, bencana lain berupa banjir lintasan terjadi di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, yang berdampak pada tiga kepala keluarga setelah air masuk ke dalam rumah dan sebuah ruko akibat derasnya aliran air.

Sementara itu, kejadian longsor di Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara mengakibatkan tembok penahan tanah jebol hingga air meluap dan merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

BPBD bersama unsur gabungan telah melakukan asesmen, pembersihan material, serta penanganan darurat di lokasi terdampak, termasuk penyaluran bantuan terpal kepada warga.

“Beberapa rumah masih belum bisa dihuni karena berpotensi terjadi longsor susulan,” kata Dimas.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Load More