- Forum Mahasiswa Indonesia menyoroti dugaan kejanggalan proses hukum perkara kepabeanan terdakwa Julia di Pengadilan Negeri Cibinong saat ini.
- Terdakwa Julia didakwa melanggar aturan kepabeanan dengan ancaman pidana berat, namun hanya dikenakan status penahanan kota saja.
- Mahasiswa mendesak pengawasan lintas lembaga karena terdapat kejanggalan pada ritme persidangan yang dinilai terlalu cepat dan tidak lazim.
SuaraJabar.id - Proses persidangan perkara dugaan pelanggaran kepabeanan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong kini tengah menjadi sorotan tajam.
Pasalnya, Forum Mahasiswa Indonesia secara khusus menyampaikan pernyataan sikap, menyoroti sejumlah kejanggalan dalam perkara yang terdaftar dengan nomor 134/OID.SUS.2026/PN.CBI, dengan terdakwa Julia binti Djohar Tobing.
Kritik ini menjadi pengingat penting akan peran aktif masyarakat sipil, termasuk mahasiswa, dalam mengawal transparansi hukum dan memastikan setiap proses peradilan berjalan adil.
Perwakilan Forum Mahasiswa Indonesia, Pian, mengaku telah memantau jalannya perkara sejak tahap penyelidikan hingga persidangan. Mereka menilai terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait transparansi, konsistensi penegakan hukum, dan perlakuan terhadap terdakwa.
Berikut adalah 5 poin kejanggalan dan fakta mencengangkan yang disoroti mahasiswa dalam kasus ini:
1. Pelanggaran Kepabeanan Serius dengan Ancaman Pidana Berat
Terdakwa Julia binti Djohar Tobing didakwa melanggar Pasal 102 huruf (f) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Pasal ini terkait dugaan pengeluaran barang impor tanpa penyelesaian kewajiban pabean, sebuah pelanggaran yang berpotensi merugikan negara.
"Pelanggaran tersebut berpotensi merugikan negara dan diancam pidana penjara minimal satu tahun hingga maksimal sepuluh tahun, serta denda hingga Rp5 miliar." Ancaman hukuman yang tidak main-main ini menunjukkan keseriusan tindak pidana kepabeanan.
2. Status Tahanan Kota Meski Ancaman Penjara Lebih dari 5 Tahun!
Baca Juga: Terancam 10 Tahun Penjara Tapi Hanya Tahanan Kota, Mahasiswa Pertanyakan Proses Hukum Julia Tobing
Salah satu kejanggalan utama yang disoroti Forum Mahasiswa Indonesia adalah status penahanan terdakwa. "Forum Mahasiswa Indonesia menyoroti status penahanan terdakwa yang berdasarkan informasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) hanya berupa penahanan kota, padahal ancaman pidana dalam perkara tersebut melebihi lima tahun," jelas Pian.
JPU menjelaskan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Cibinong, Afrhenzan Irvansyah, menjelaskan alasan di balik keputusan tahanan kota ini. "Kami sudah melakukan penahanan, tetapi jenisnya tahanan kota, alasannya kembali lagi kepada KUHP Baru dan melihat kondisi terdakwa yang kooperatif, ditambah dari pihak penjamin melakukan permohonan," ujarnya.
Selain itu, terdakwa juga bersedia mengembalikan kerugian pendapatan negara dan tidak ada upaya mempengaruhi saksi atau menghilangkan barang bukti. Terdakwa pun dipasangi alat pelacak.
3. Frekuensi Persidangan Dinilai Terlalu Cepat & Tidak Lazim
Forum mahasiswa juga mempertanyakan ritme persidangan yang dinilai berlangsung lebih cepat dari umumnya. Mereka mencatat frekuensi sidang hingga dua kali dalam satu pekan.
"Hal ini dianggap tidak lazim dalam praktik persidangan perkara pidana," kata Pian. Frekuensi sidang yang tidak biasa ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah ada upaya percepatan di balik proses hukum ini.
Berita Terkait
-
Terancam 10 Tahun Penjara Tapi Hanya Tahanan Kota, Mahasiswa Pertanyakan Proses Hukum Julia Tobing
-
Viral Babysitter Rp30 Ribu per Jam, Pakar IPB Ingatkan Pengasuhan Bukan Sekadar Jasa
-
Terbanyak se-Indonesia! Kabupaten Bogor Berangkatkan 2.405 Calon Jemaah Haji Tahun 2026
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Siap-siap! Mei 2026 Jadi Awal Kemarau Panjang di Sebagian Besar Jawa Barat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat