- Anggota DPR Sofwan mendesak Kementerian Perhubungan mengevaluasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Masalembu pada 14 September 2026.
- Sofwan menagih komitmen Menteri Perhubungan untuk menindak tegas operator kapal nakal tanpa pandang bulu sesuai UU Pelayaran.
- Hingga Senin pukul 15.00 WIB, operasi SAR mencatat 108 orang selamat, enam meninggal, dan 129 masih dicari.
SuaraJabar.id - Tragedi KM Virgo Transport 8 diminta tidak berhenti pada proses pencarian dan penyelamatan korban. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, mendesak Kementerian Perhubungan mengevaluasi seluruh kecelakaan pelayaran dan menindak operator yang terbukti melanggar aturan.
Sofwan bahkan menagih komitmen Menteri Perhubungan untuk menegakkan aturan keselamatan pelayaran tanpa pandang bulu.
“Saya menagih janji Menteri Perhubungan, bahwa beliau akan menegakkan aturan setegak-tegaknya tanpa pandang bulu,” kata Sofwan, Selasa (14/9/2026).
Menurutnya, tragedi KM Virgo Transport 8 di perairan Kepulauan Masalembu, Sumenep, tidak boleh dianggap sebagai insiden yang berdiri sendiri. Pemerintah perlu menelusuri kembali sejumlah kecelakaan kapal sebelumnya, terutama yang melibatkan operator dengan catatan kejadian berulang.
Sofwan mencontohkan PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang disebut memiliki sejumlah catatan kecelakaan armada, termasuk kebakaran dan kapal tenggelam dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau menurut UU Pelayaran itu harusnya sudah kena sanksi. Ada sebuah operator kapal, bukan Virgo ya, itu dalam enam tahun mengalami kecelakaan serupa, kebakaran dan tenggelam. Berarti satu kali dalam setahun. Pertanyaannya, kenapa tidak disanksi?” ujarnya.
Ia menilai penegakan aturan tidak boleh hanya dilakukan ketika kecelakaan menjadi sorotan publik. Jika investigasi menemukan pelanggaran, pemerintah harus menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan UU Pelayaran.
“Kalau kita lupa, nanti Virgo dilupakan lagi, nanti ada lagi. Jadi tragedi yang kemarin-kemarin juga harus ditegakkan sanksinya sesuai UU Pelayaran,” tegasnya.
Hingga Senin (14/9) pukul 15.00 WIB, sebanyak 108 orang dilaporkan selamat, enam meninggal dunia, dan 129 lainnya masih dalam pencarian. Operasi SAR masih berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026