SuaraJabar.id - Zikria Dzatil, warga Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04 RW 16, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor ditangkap polisi karena dilapokan atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui Facebook.
Ketua RW 16, Priyono mengatakan kesehariannya Zikria dikenal sebagai ibu rumah tangga yang baik dan cukup bergaul dengan lingungan sekitar. Zikria tinggal bersama suami dan tiga orang anaknya.
"Dia cukup lama juga ya di sini, awalnya ngontrak terus dibeli (rumahnya). Setahu saya ini dia punya anak kecil satu, sama dua lagi yang besar. Kala suaminya itu sering berkegiatan di luar jadi gak setiap hari di rumah. Orangnya biasa aja kok, ada kegiatan lingkungan terlibat bapaknya juga sering salat jemaah di masjid. Biasa aja lah orangnya," kata Priyono, ditemui Suara.com di lokasi, Minggu (2/2/2020).
Zikria, lanjut Priyono, juga tidak menunjukan perilaku yang menjurus kepada pengikut kelompok maupun partai tertentu. Warga termasuk dirinya pun sangat terkejut atas kasus yang menimpa Zikria.
"Kalau orang partai kan menunjuka hal tertentu, pamflet atau apa lah itu tidak ada. Kampanye soal salah satu warna juga tidak. Pokoknya saya secara pribadi tidak pernah menjurus ke mana-mana tapi nggak tahu kalau ke temen yang lain," tambah Priyono.
Ia pun baru mengetahui hal tersebut saat Zikria diamankan oleh aparat kepolisian dari rumahnya pada Jumat 31 Januari 2020. Saat ini, rumah Zikria pun sepi, hanya terdapat asisten rumah tangga.
"(Jumat) malam itu ada petugas yang datang ada dari Surabaya, Jakarta sama Kota Bogor. Ternyata setelag diberi penjelasan itu ada kasus yang kaitanya dengan penggunaan bahasa di medsos. Isinya seperti apa, kejadian bagaimana kota gak tahu awalnya gimana, baru tahunya pas kejadian malam itu (penangkapan). Sekarang kosong (rumah Zikria), cuma bibinya bersih-bersih rumah aja yang jendela buka tadi," pungkasnya.
Kronologi penangkapan
Komar bercerita juga bercerita jika Zikria Dzatil ditangkap dirumahnya sendiri di Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04 RW 16, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Saat itu, awalnya pihak kepolisian mendatanginya untuk mendampingi masuk ke rumah Zikria karena tidak diberi masuk pada Jumat 31 Januari 2020.
Baca Juga: Penghina Wali Kota Risma Ditangkap, Fadli Zon: Hukum Sesuai Selera Penguasa
"Ke saya bilang pak RT, malam ini harus tuntas. Karena rada susak masuk ke rumahnya gak dibukain pintu udah diketok-ketok. Versi polisi, dia udah mantau tiga hari lampu depan mati terus, gelap tapi yakin di dalam rumah ada dia," kata Komar.
Akhirnya, Komar dan pihak kepolisian menghubungi suami Zikria yang diketahui tidak berada di dalam rumah untuk menjelaskan kondisi malam itu.
"Ya mungkin takut ya, kaget ada orang gak dikenal ketok-ketok gitu jadi gak dibukain pintu. Setelah telpon suaminya, mungkin suaminya itu langsung telpon dia (Zikria) baru tuh cair (susana) akhirnya dibukain pintu rumahnya," ungkap Komar.
Setelah masuk, baru lah Komar mengetahui dugaan kasus yang menjerat Zikria hingga akhirnya digelendang ke mobil polisi menuju Surabaya.
"Baru tahu ya pas itu. Saya gak tahu pasti apa yang dibawa, soalnya saya pulang duluan karena suaminya juga di jalan sudah mau sampai," ucap Komar.
Jualan Sembako Hingga Galon Mineral OkeOce
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
PSEL Bogor: Solusi Energi Bersih vs Kekhawatiran Warga Kayumanis
-
BRI Peduli Siapkan PMI Cirebon Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Usai Berkiprah di Luar Negeri
-
Dedi Mulyadi: Buron Taufik Hidayat Datangi Gedung Pakuan Jam 4 Pagi Pakai Helm dan Masker
-
Jawab Misterius Soal Mariano Peralta, Bos Persib: Rahasia, Saya No Comment
-
BRI Apresiasi Kebijakan Dana SAL, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Sektor Riil