SuaraJabar.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status siaga bagi tim medis khusus penanganan virus corona (COVID-19). RSUD Cianjur menyiapkan kembali empat ruang isolasi bagi pasien yang diduga terserang virus tersebut.
Ruang isolasi yang disiapkan sudah memenuhi standar sehingga tidak ada alat medis yang secara khusus harus disiapkan.
"Ruang isolasi sudah siap dan tim medis khusus yang terdiri dari dokter hingga perawat sudah disiagakan, jika sewaktu-waktu ada pasien terduga corona yang masuk ke rumah sakit," kata Direktur RSUD Cianjur Ratu Tri Yulia di Cianjur, Senin (2/2/2020).
Namun, pihaknya hanya melengkapi pakaian khusus bagi tim medis yang akan bertugas, termasuk pemberian masker.
"Kemungkinan di Cianjr hanya penanganan awal karena kalau pasien tersebut positif corona akan segera dirujuk ke RSHS Bandung, sesuai dengan koordinasi dengan Pemprov Jabar," katanya.
Untuk mengantisipasi corona merebak di Cianjur, pihaknya melakukan pengecekan secara detail terhadap pasien yang masuk ruang IGD. Ketika diketahui mengalami gejala corona, pasien akan segera dipindahkan ke ruang isolasi.
"Kami akan melakukan pemeriksaan secara detail, termasuk apakah mereka sempat bepergian keluar negeri atau berhubungan dengan WNA, seperti kasus yang ditemukan di Depok," katanya.
Ia mengatakan hingga saat ini belum ditemukan pasien yang terduga corona.
"Harapan kami jangan sampai ada, namun kami sudah mempersiapkan tim dan ruang isolasi ketika dibutuhkan," katanya.
Baca Juga: Viral Pasien Corona Akui Tak Diberitahu Kondisinya, Kemenkes: Kami Cek
Kepala Dinkes Cianjur Tresna Gumilar mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dari puskesmas ataupun rumah sakit terkait dengan virus corona di daerah itu, termasuk saat pemeriksaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Cianjur di mana tidak ada yang ditemukan terjangkit virus tersebut.
"Kami sudah mengimbau setiap puskesmas terus bersiaga dan menggunakan peralatan yang sesuai standar ketika menemukan pasien terduga corona untuk mencegah penularan. Tapi sampai saat ini belum ada laporan, harapan kami tidak ada yang tertular," katanya. (antara)
Berita Terkait
-
Viral Pasien Corona Akui Tak Diberitahu Kondisinya, Kemenkes: Kami Cek
-
5 Tenaga Medis RS Mitra Keluarga Depok Dilaporkan Punya Gejala Virus Corona
-
Warga Borong Sembako Akibat Corona, Peritel Cari Untung?
-
Indonesia Positif Corona, Mabes Polri Minta Dokter Polisi Bersiap
-
Viral Pasien Corona Meninggal di Sukabumi, Pemkot Belum Bisa Pastikan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa