SuaraJabar.id - Di tengah pandemi virus corona yang terus meningkat, berbagai kalangan turut bersolidaritas untuk menghentikan dan meminimalisir penyebarannya. Seperti yang dilakukan oleh relawan #BekasiLawanCovid-19.
Mereka telah membagikan ribuan masker untuk warga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.
Di antara titik yang sudah dibagikan masker, yakni Kabupaten Bekasi di Griya Tambun Selatan dan Cibitung, Kota Bekasi di Bekasi Jaya, Duren Jaya, Stasiun Bekasi, Pondok Ungu Permai, Bintara Kranji, Kaliabang Tengah, Mustika Jaya dan Karang Taruna Bekasi Jaya.
Pemberian dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah dengan koordinasi RT dan di jalan dengan tetap memperhatikan jarak aman.
Penggagas #BekasiLawanCovid-19 Sasmito Madrim mengatakan bahwa inisiatif pemberian masker ini dilakukan mengingat kelangkaan dan mahalnya harga masker di Bekasi. Padahal, masker dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19 yang terus meningkat setiap harinya.
"Kami berharap upaya ini dapat menjaga warga Bekasi yang sehat tetap sehat dan yang sakit tidak menularkan ke warga lainnya dengan menggunakan masker," kata Sasmito kepada Suara.com, Minggu (29/3/2020).
#BekasiLawanCovid-19 menargetkan akan memproduksi 20 ribu masker hingga akhir April mendatang. Adapun perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk 20 ribu masker sebesar Rp 80 juta.
#BekasiLawanCovid-19 saat ini tengah menggalang dana melalui https://kitabisa.com/campaign/bekasilawancovid19 dan sudah terkumpul dana sejumlah Rp 3,2 juta. Karena itu, bagi warga yang ingin menyumbang bisa memberikan bantuannya melalui donasi online tersebut.
Selain membagikan masker, #BekasiLawanCovid-19 juga mendapat keluhan dari warga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi terkait penanganan dari pemerintah daerah dalam menghadapi wabah Covid-19. Antara lain mulai dari sulitnya menghubungi hotline Covid-19 hingga informasi tentang peredaran Covid-19 di Bekasi.
Baca Juga: Terus Bertambah, Warga Positif Corona di Kota dan Kabupaten Bekasi 50 Orang
Mereka mendorong Bupati dan Walikota Bekasi memperbanyak rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19. Warga yang susah payah menghubungi hotline Covid-19, ternyata justru direkomendasikan datang ke RS di Bandung dan Jawa Barat lainnya.
"Bupati dan Wali Kota harus mengeluarkan dana penanganan Covid-19 dan dikelola secara transparan. Masyarakat belum merasakan upaya yang masif dari Pemkab dan Pemkot Bekasi dalam menanggulangi Covid-19," ujarnya.
Selaim itu, mereka juga mendesak pemerintah provinsi Jawa Barat untuk lebih transparan dalam menampilkan wilayah sebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten dan Kota Bekasi melalui https://pikobar.jabarprov.go.id/. Hal ini dianggap penting supaya warga bisa lebih berhati-hali dalam mencegah penularan Covid-19.
"Kami meminta Pemkab dan Pemkot Bekasi untuk menyediakan perangkat alat pencegahan seperti wastafel, hand sanitizer di tempat publik yang ramai," kata dia.
Kemudian, Pemkab dan Pemkot Bekasi juga harus menyediakan tenaga medis atau pegawai Puskesmas untuk mendatangi dan memeriksa warga yang memiliki riwayat atau gejala Covid-19. Apabila ditemukan warga yang positif, maka segera merujuk warga tersebut ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Dokter Kritisi Pembuatan Bilik Disinfektan: Bukan Untuk Tubuh Manusia!
-
Korban Corona di Jakarta Semakin Bertambah, 4 Pasien Lagi Meninggal Dunia
-
6 Daerah di Indonesia Terapkan Karantina Wilayah Cegah Penyebaran Covid-19
-
Tes Cepat COVID-19 dengan Sistem Drive Thru di Depok
-
Tak Cuma Paru-Paru, Virus Corona Covid-19 Berpotensi Merusak Jantung!
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Dedi Mulyadi Minta Alih Fungsi Sawah di Bandung Dihentikan Total
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Viral Chat Tak Pantas Diduga Guru Besar ke Mahasiswi: Minta Foto Bikini hingga Ajak Minum Brandy