SuaraJabar.id - Polres Sukabumi mengamankan satu oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang diduga menganiaya HM Idih (67), mualim atau tokoh agama di Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Sukabumi.
Pelaku berinisial SP diamankan setelah polisi mendapat laporan dan viralnya video penganiayaan itu di media sosial. SP saat ini masih dimintai keterangan.
"Pelakunya sudah kita amankan, sesuai video yang beredar tadi pagi sekitar jam 5 subuh," ungkap Kasat Reskrim Polisi Sukabumi AKP Rizka Fadhila dilansir dari Sukabumi Update—jaringan Suara.com—Kamis (14/5/2020) malam.
Rizka menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara pelaku mengaku tersinggung dengan ucapan korban, HM Idih.
Berdasarkan keterangan yang ia peroleh, keributan muncul saat beberapa orang beradu argumen. HM Idih yang berniat melerai justru kena imbas.
"Nanti kita melihat hasil visum. Kalau-kalau keterangan korban merasa kena pukul, sehingga dia hilang keseimbangan dan terjatuh. Kita sudah menangani dengan cepat, kita bertindak profesional," jelasnya.
"Sebenarnya saat itu ada orang berkumpul sedang beradu argumen. Mungkin korban ini berniat melerai, tapi karena posisi pelaku sedang emosi, omongan korban mungkin tidak berkenan dan pelaku melakukan pemukulan," tambah Rizka.
Rizka mengaku masih mendalami seperti apa permasalahan awal yang menyebabkan terjadinya aksi penganiayaan tersebut.
"Untuk sementara pelaku dikenakan Pasal 351. Kita pasti akan menangani sehingga upaya main hakim tidak dilaksanakan. Tentunya proses ini akan kita lanjutkan," tandasnya.
Baca Juga: Lerai Keributan Dua Kelompok Warga dan Ormas, Tokoh Agama Malah Diserang
Diberitakan sebelumnya, HM Idih yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Kademangan, saat itu berniat melerai perseteruan dua kelompok warga dengan oknum ormas, terkait angkutan tambang yang melintas di wilayah tersebut.
Dugaan penganiayaan HM Idih terjadi tak jauh dari rumahnya di Kampung Cikurutug Desa Kademangan, pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 17.00 WIB.
Insiden penganiayaan terhadap tokoh agama ini terekam video dan viral, serta ramai diperbincangkan di grup WhatsApp komunitas Pajampangan.
Idih membenarkan jika pria yang terjatuh akibat dorongan oknum ormas dalam video viral berdurasi 1 menit 17 detik itu adalah dirinya.
Dalam video tersebut korban menggenakan kaos putih dan sarung warna merah.
Korban terlihat dua kali jatuh, pertama saat didekati oknum ormas berpakaian hitam di pinggir jalan dekat rumahanya.
Berita Terkait
-
Viral Video 5 Pria Disiksa Tentara Vietnam, Dituduh Pemberontak
-
Viral! Tolak Tunjukan KTP, Pria Mengaku Dokter: Nggak Boleh Teriak-Teriak
-
Viral Foto KTP Diduga Milik Artis Suzanna, Publik Dibuat Salah Fokus
-
Lerai Keributan Dua Kelompok Warga dan Ormas, Tokoh Agama Malah Diserang
-
Tulisan Nyentrik Stiker di Mobil Ini Bikin Pemilik Mobil Baru Malu
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026
-
Akhir Pilu Tragedi Angkot Maut di Gandasoli: Suami Pulang, Sang Istri Hembuskan Napas Terakhir
-
Petaka Bakda Magrib di Waluran: Nenek Imas Tewas Diseruduk Supra "Bodong" Saat Menyeberang
-
Lebaran Menghitung Hari, Ratusan Bos "Nakal" di Jabar Diadukan Karyawan Gegara Tahan Uang THR
-
Bukit Hijau Gunung Karang Dibotaki Demi Perumahan Elite, Kini Mangkrak Gara-Gara Izin Belum Jelas