- Seorang nenek 61 tahun bernama Imas meninggal dunia di Jalan Provinsi Sukabumi pada Senin (16/3/2026) sore akibat ditabrak motor.
- Pengendara motor, Rohmat (25), menabrak korban saat nenek Imas hendak menyeberang jalan dekat kediamannya di Waluran.
- Motor yang digunakan pelaku tidak memiliki plat nomor; kasus kecelakaan fatal ini kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Sukabumi.
SuaraJabar.id - Senja baru saja berganti malam di Kampung Cimulek. Namun, keheningan Senin petang (16/3/2026) itu mendadak pecah oleh jeritan warga dan suara benturan keras yang memilukan.
Seorang nenek berusia 61 tahun bernama Imas, harus meregang nyawa di atas dinginnya aspal jalan provinsi ruas Waluran - Mareleng, Kabupaten Sukabumi.
Niat hati sekadar berjalan menyeberang di dekat kediamannya di RT 02/04 Desa Waluran, tubuh rentanya malah dihantam telak oleh sebuah sepeda motor jenis Honda Supra Fit New.
Ironisnya, "kuda besi" yang membawa petaka di jam sibuk warga itu melaju tanpa dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) alias tanpa pelat nomor.
Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, menuturkan kronologi kengerian yang merenggut nyawa pejalan kaki tersebut.
Malam itu, jarum jam menunjuk pukul 18.40 WIB, waktu di mana visibilitas di jalanan biasanya mulai menurun tajam.
Motor Supra tanpa nopol tersebut dikemudikan oleh Rohmat (25), seorang pemuda asal Desa Tamanjaya, Ciemas. Di kursi belakang, ia membonceng rekannya, Asep Nurfalah (31).
“Kendaraan roda dua itu melaju dari arah Tamanjaya menuju Waluran. Nahas, setibanya di lokasi kejadian (TKP), korban sedang menyeberang jalan. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak bisa lagi dihindari. Kendaraan itu langsung menabrak tubuh korban,” ungkap AKP Taufick dikutip dari Sukabumiupdate.com, Selasa (17/3/2026).
Hantaman keras di petang hari itu berakibat amat fatal. Nenek Imas mengalami luka parah yang membuatnya menghembuskan napas terakhir tepat di lokasi kejadian, sebelum tim medis sempat memberikan pertolongan.
Sementara itu, Rohmat sang pengendara dan Asep yang diboncengnya ikut terpelanting keras menghantam aspal. Keduanya menderita serangkaian luka dan langsung dievakuasi warga menuju UPTD Puskesmas Waluran untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Baca Juga: Bukit Hijau Gunung Karang Dibotaki Demi Perumahan Elite, Kini Mangkrak Gara-Gara Izin Belum Jelas
Tak berselang lama setelah menerima laporan, petugas Polsek Ciracap langsung menyulap jalanan yang gelap menjadi area Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Cahaya biru dari lampu rotator polisi menerangi proses evakuasi.
Jenazah almarhumah Imas langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk proses pemeriksaan visum luar, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga yang berderai air mata untuk segera dikebumikan.
Dalam olah TKP, polisi juga langsung menggali keterangan saksi mata di lapangan, di antaranya seorang warga setempat bernama Rudi Supriyadi (47) dan Asep Nurfalah selaku penumpang motor nahas tersebut.
Meski penanganan awal telah dilakukan dengan sigap, AKP Taufick memastikan proses hukum kecelakaan maut ini tidak berhenti di tingkat Polsek. Kendaraan "bodong" milik pelaku telah diamankan sebagai barang bukti utama.
“Kami sudah mengamankan TKP, mengevakuasi korban, dan berkoordinasi langsung dengan satuan tingkat atas. Untuk proses penyelidikan dan penanganan hukum lebih lanjut, kasus kecelakaan lalu lintas ini telah resmi kami limpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Sukabumi,” tegasnya.
Artikel ini telah tayang di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Tewas di TKP, Kronologi Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor tanpa Plat Nomor di Waluran"
Berita Terkait
-
Bukit Hijau Gunung Karang Dibotaki Demi Perumahan Elite, Kini Mangkrak Gara-Gara Izin Belum Jelas
-
Menepis Hoaks "Sopir Kabur": Kakek Sopir Angkot Lindas Pasutri di Gandasoli Kini Diperiksa Polisi
-
Membangun Ekosistem Kopi di Lereng Salak, Tempat Petani Jadi Jantung Rantai Nilai
-
Terhempas dari Atap Angkot: Kisah Pilu Pria di Sukabumi yang Terjatuh Saat Jaga Karangan Bunga
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
-
Kota Bandung Ramai Demo Mahasiswa, Muhammad Farhan: Saya Yakin Suara Mereka Didengar
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Reward Emas untuk Dorong Akuisisi Pengguna BRImo