- Absolute Coffee mengembangkan inisiatif agroforestri kopi di Desa Cipeuteuy, Sukabumi, bersama petani lokal.
- Pendekatan ini berfokus menjaga TNGHS, meningkatkan hasil kebun, dan menyejahterakan petani melalui pendampingan profesional.
- Proyek ini didukung pendanaan oleh Star Energy Geothermal untuk infrastruktur, kapasitas petani, dan perluasan pasar kopi.
SuaraJabar.id - Bicara soal kopi, kita mungkin lebih sering membahas tentang coffee shop yang menjamur di kota besar. Namun, pernahkah Anda menelusuri dari mana biji kopi berkualitas itu berasal?
Di lereng Gunung Salak, Sukabumi, sebuah inisiatif berbasis keberlanjutan tengah tumbuh. Bukan sekadar bisnis, melainkan sebuah misi untuk mengangkat harkat hidup petani lokal lewat pelestarian alam.
Inisiatif luar biasa ini dikembangkan oleh Absolute Coffee bersama komunitas petani di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Mengusung konsep agroforestri, mereka menyulap budidaya kopi bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari gerakan pelestarian TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).
Bagi generasi muda, isu lingkungan kini menjadi perhatian utama. Pendiri Absolute Coffee, Muhamad Kosar, sangat memahami hal ini. Ia membangun usaha kopi yang menempatkan petani sebagai kunci utama rantai nilai.
Seperti yang ia tegaskan, 'Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari sistem ekologi yang lebih luas'
Melalui pendekatan agroforestri, Absolute Coffee menjaga harmoni antara tiga pilar penting, mulai dari produktivitas kebun kopi yang optimal, kelestarian lingkungan TNGHS dan peningkatan kesejahteraan petani secara nyata.
Saat ini, mereka aktif mendampingi tujuh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan 13 Kelompok Tani (Poktan). Para petani dibimbing secara profesional dari hulu ke hilir mulai dari pemilihan bibit unggul, pengelolaan kebun, hingga teknik panen selektif yang hanya memetik buah kopi merah matang.
Tak hanya itu, proses pascapanen pun ditingkatkan melalui teknik fermentasi dan pengeringan higienis demi menghasilkan biji kopi kualitas premium!
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: 25 Juta Warga Jabar Siap Pulang Kampung, Kapan Waktu Terbaik Berangkat?
Gerakan ini tentu tak lepas dari dukungan strategis. Pengembangan ekosistem kopi ini turut didukung penuh oleh Star Energy Geothermal yang beroperasi di kawasan Gunung Salak. Dukungan ini sangat vital bagi para petani.
"Star Energy memberikan dukungan pendanaan untuk penguatan dan pengembangan infrastruktur usaha, peningkatan kapasitas dalam kegiatan budidaya serta penanganan pascapanen kopi, serta mendukung upaya pengembangan dan penguatan branding Absolute Coffee guna meningkatkan daya saing produk dan perluasan akses pasar,” katanya kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Hasilnya? Terasa begitu nyata. Peningkatan kapasitas teknis membuat pengelolaan usaha tani menjadi lebih efektif dan profesional.
“Hal itu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus pendapatan usaha,” ujar Kosar.
Tak hanya berfokus di kebun, Absolute Coffee juga menghadirkan kedai kopi di tengah desa. Kedai ini disulap menjadi pusat edukasi yang melahirkan Rumah Belajar (RUBE) Kopi Cipeuteuy.
RUBE kini menjadi titik temu diskusi antara petani, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan untuk melihat langsung proses dari kebun hingga secangkir specialty coffee nikmat di meja Anda.
Berita Terkait
-
Arus Mudik Lebaran 2026: 25 Juta Warga Jabar Siap Pulang Kampung, Kapan Waktu Terbaik Berangkat?
-
Terhempas dari Atap Angkot: Kisah Pilu Pria di Sukabumi yang Terjatuh Saat Jaga Karangan Bunga
-
Adu Strategi di Jalur Bocimi: Menakar Jurus Polisi Sukabumi Jinakkan Kemacetan di Seksi 3
-
Akhir Perjalanan di Rumah Ibadah: Teka-teki Jenazah di WC Masjid Al Mahfudziah Cikole Terungkap
-
Runtuhnya Marwah Sang Dai: Jadi Tersangka Pelecehan Santriwati dan Kini Dalam Pengejaran Polisi
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
-
Kota Bandung Ramai Demo Mahasiswa, Muhammad Farhan: Saya Yakin Suara Mereka Didengar
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Reward Emas untuk Dorong Akuisisi Pengguna BRImo