- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan kebijakan memprioritaskan pembangunan tajug dan masjid kecil di lingkungan pemukiman warga.
- Kebijakan yang diumumkan pada 9 Juni 2026 ini bertujuan memperkuat hubungan spiritualitas masyarakat melalui rumah ibadah yang fungsional.
- Pemerintah daerah akan mengembangkan tajug secara bertahap untuk menghidupkan kembali tradisi keagamaan lokal tanpa membentuk struktur DKM baru.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), meluncurkan kebijakan baru dalam penataan sarana keagamaan di wilayahnya.
Pemprov Jawa Barat kini akan memprioritaskan pembangunan Tajug atau surau dan masjid berukuran kecil yang terletak langsung di jantung pemukiman warga, daripada membangun masjid-masjid besar yang megah.
Kebijakan ini diambil guna menghadirkan ruang ibadah yang lebih dekat, hangat, dan mampu memperkuat hubungan spiritualitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur KDM saat menghadiri acara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Ruang Utama Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).
Mengusung tema "Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di 1448 H", KDM menekankan bahwa kekuatan Islam di Jawa Barat salah satunya lahir dari surau-surau kecil di pedesaan dan gang-gang sempit perkotaan.
Menurutnya, esensi dari sebuah rumah ibadah bukan terletak pada kemegahan arsitekturnya, melainkan pada seberapa aktif jemaah memakmurkan tempat tersebut.
“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Selasa (16/6/2026).
Pembangunan dan pengembangan tajug ini akan dilakukan secara bertahap serta terintegrasi dengan bantuan berbagai pihak. KDM menambahkan, optimalisasi tajuk di tingkat RT/RW ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi keagamaan lokal tanpa harus membentuk struktur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang baru.
“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," kata pria yang identik dengan iket putih itu.
Baca Juga: Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
Lebih lanjut KDM menilai bahwa saat ini terjadi pergeseran pemanfaatan masjid, dari tempat tafakur, bersujud, membangun hubungan spiritualitas antara manusia sebagai mahluk dengan Allah berubah menjadi sarana rekreasi.
“Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur,” kata KDM.
KDM menyatakan bahwa esensi ibadah terletak pada hubungan seseorang dengan Tuhan-nya dan bukan pada kemegahan tempat yang dikunjungi.
“Bertafakur bisa dilakukan di mana saja. Bertafakur di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, tepi samudra. Tempat tak ada makna, yang paling utama adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa,” pungkas KDM.
Berita Terkait
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
-
Cegah Penyimpangan Sejak Dini, Dedi Mulyadi Lakukan Ini Dengan Kejati Jabar
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
-
Kota Bandung Ramai Demo Mahasiswa, Muhammad Farhan: Saya Yakin Suara Mereka Didengar
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Reward Emas untuk Dorong Akuisisi Pengguna BRImo
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak