SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di daerah sekitar Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) mulai besok, Selasa (14/7/2020). Lantaran itu, warga yang bermukim di sekitar Secapa AD diminta untuk menyesuaikan.
Sekretaris daerah, sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pihaknya akan mulai menerapkan PSBM di Kecamatan Cidadap.
“InsyaAllah hari ini perwalnya mudah-mudahan ditandatangani,” ungkap Ema di Bandung, Senin (13/7/2020).
Ema sendiri berharap, nantinya warga bisa menyesuaikan regulasi yang ada. Pihaknya akan melakukan penutupan pada wilayah tersebut.
“Jadi warga masyarakat harus menyesuaikan sesuai regulasi yang ada. Bahwa di sana diberlakukan PSBM dan kita bloking-nya sewilayah kecamatan, setelah kita ada kesepakatan dengan tokoh masyarakat RT/RW. Bahwa di sana dibloking radius sekitar Secapa AD,” katanya.
Menurutnya, pemberlakuan PSBM di kawasan Secapa AD pada hakikatnya meliputi seluruh kelurahan yang ada di sana. Pasalnya, hampir semua kelurahan di Kecamatan Cidadap berbatasan dengan kawasan tersebut.
“Seperti (Kelurahan) Ledeng ada RW 01, (Kelurahan) Hegarmanah RW 03, 06, 08, 09. Kemudian di (Kelurahan) Cimbuleuit ada mungkin sebagian RW 07. Di sana nanti ada cek poin, ada tenda untuk petugas, mereka operasional 24 Jam kemudian diberlakukan penutupan jalan mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB pagi,” jelas Ema.
Mengenai mobilitas warga, pihaknya memastikan setiap orang yang melintas di kawasan tersebut, termasuk di antaranya warga dari luar Kecamatan Cidadap, harus melalui pemeriksaan yang ketat di cek poin. Hal itu dimaksudkan agar mempermudah proses pelacakan oleh gugus tugas manakala terjadi sesuatu.
“Itu semua dicatat, KTP-nya juga dicatat, siapa yang datang keperluannya ke mana? Karena untuk mengantisipasi kalau terjadi sesuatu proses pelacakan, kita mudah dengan data yang ada. Termasuk juga ini, nanti berlaku bagi organik di Secapa AD. Keluar masuk mereka, istilahnya terinformasikan di cek poin yang sudah kita sepakati,” ungkapnya.
Baca Juga: Jalani Tes Swab ke-2, 98 Pasien di Klaster Secapa AD Dinyatakan Negatif
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang