Ilustrasi lelaki lansia sedang menikmati aktifitas berkebun. (Shutterstock)
Menanam buah dan sayuran, seperti yang dilakukan orang-orang di Zona Biru, akan memberi manfaat kesehatan tambahan. Asupan nutrisi dari sayuran atau buah yang Anda tanam akan lebih banyak.
Sebagian besar buah-buahan dan sayuran kehilangan 30 persen nitrisi dalam tiga hari setelah panen karena respirasi. Itu adalah suatu proses alami di mana sayuran dan buah terus bernapas setelah dikeluarkan dari tanah.
Nah, jika Anda membeli produk di supermarket atau pasar, ada kemungkinan sayuran dan buah itu dipetik beberapa hari sebelumnya atau bahkan lebih lama.
Berdasarkan ketiga manfaat ini, Buettner menyimpulkan bahwa berkebun adalah salah satu kunci umur panjang kelompok centenarian.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
6 Tips Penting Saat Mencari Tiket Pesawat Balikpapan-Makassar Paling Hemat
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar