- BPBD Kota Cirebon menyalurkan 90 ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Harjamukti.
- Penyaluran air bersih dijadwalkan secara rutin setiap hari menggunakan dua unit mobil tangki bantuan Kodim.
- BPBD juga meningkatkan kapasitas personel melalui pelatihan penyelamatan reptil untuk menghadapi laporan warga saat kemarau.
SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat, telah mendistribusikan sekitar 90 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kecamatan Harjamukti.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Eko Kuswantoro mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air selama musim kemarau 2026.
"Untuk kerawanan hidrometeorologi saat ini, kekeringan baru terjadi di Kecamatan Harjamukti, khususnya Kelurahan Argasunya," kata Eko di Cirebon, Selasa (11/8/2026).
Menurut Eko, distribusi air bersih dilakukan secara terjadwal dengan volume minimal 8.000 liter per hari. Penyaluran tersebut menggunakan dua unit mobil tangki yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter.
"Sudah dijadwalkan selama satu minggu, Senin sampai Jumat, per harinya minimal 8.000 liter," ujarnya.
Distribusi air bersih menyasar sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, di antaranya RW 05 dan RW 08 di kawasan Cadas Ngampar.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kota Cirebon melibatkan sejumlah unsur untuk mendukung penyaluran air bersih. Salah satunya Komando Distrik Militer (Kodim) yang turut memberikan dukungan berupa armada mobil tangki.
Eko memastikan distribusi air bersih akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat dampak musim kemarau.
BPBD Kota Cirebon juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Baca Juga: Kisah di Balik Literasi Senja: Dari Eksperimen Sederhana Menjadi Fondasi Peradaban Kota Cirebon
Selain menangani dampak kekeringan, BPBD Kota Cirebon meningkatkan kapasitas personel melalui pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC). Pelatihan tersebut antara lain mencakup kemampuan penyelamatan reptil atau reptile rescue.
"Peningkatan kapasitas tersebut antara lain mencakup kemampuan penyelamatan reptil atau reptile rescue untuk menghadapi laporan masyarakat terkait keberadaan satwa tersebut. Apalagi saat musim kemarau," kata Eko.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata
-
Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor
-
Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan
-
Temuan Anyar Sidak DPR di Lapas Cibinong: Ada Bangunan Tanpa Izin dan Krisis Tenaga Kesehatan