Andi Ahmad S
Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB
Toco Academy Volume 4 di kota Bogor bekerjasama dengan J&T Ekspress dihadiri Arnold Sebastian Egg ( Founder CEO Toco), Deli Agung ( Marketing Manager J&T ) >baju merah tengah, dan Om Botak ( Jonathan Ko) Marketplace Expert [Dziharul Islam Nusantara/SuaraJabar].
Baca 10 detik
  • Marketplace Toco berkolaborasi dengan J&T Express menyelenggarakan Toco Academy Volume 4 di Bogor pada 30 September 2026.
  • Acara ini menghadirkan workshop, diskusi, serta program pelatihan intensif untuk mengedukasi para seller lokal agar mandiri.
  • Inisiatif ini menawarkan platform bebas biaya admin seumur hidup guna membantu UMKM memaksimalkan keuntungan bisnis online.

SuaraJabar.id - Mendorong pertumbuhan bisnis seller lokal, marketplace Toco berkolaborasi dengan J&T Express menggelar Toco Academy Volume 4 di Sahira Butik Hotel, Bogor (30/9/2026).

Lewat tema 'Jualan Makin Gaspol bareng J&T', puluhan seller Toco berkumpul hingga malam hari untuk mengikuti workshop dan diskusi interaktif.

Acara ini menghadirkan para praktisi industri untuk berbagi strategi praktis dan solusi atas berbagai tantangan di ekosistem perdagangan digital saat ini.

Toco Academy Volume 4 menghadirkan sejumlah pembicara dari sektor marketplace dan logistik, di antaranya Marketing Manager J&T Express Deli Agung dan Marketplace Expert Jonathan Kho atau yang dikenal sebagai Om Botak.

Deli Agung mengatakan J&T Express mendukung pengembangan ekosistem Toco, terutama dalam memberikan kemudahan bagi para seller.

“Toco ini bagus juga, terutama buat seller-sellernya. Fasilitasnya cukup memadai, terutama nggak ada biaya admin, itu yang sangat dibutuhkan,” ujarnya kepada wartawan di Bogor, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, Jonathan Kho menilai kondisi ekonomi saat ini menjadi salah satu tantangan bagi pelaku UMKM.

Kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, kata dia, membuat margin keuntungan pelaku usaha semakin tipis.

“Dengan adanya Toco ini merupakan salah satu solusi supaya UMKM bisa ketemu sebuah platform yang lebih sehat,” katanya.

Baca Juga: Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Ditempat yang sama, pendiri Toco, Arnold Egg, mengatakan Toco Academy digelar sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada seller agar dapat menjalankan bisnis online secara lebih mandiri.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari menentukan harga, membuat foto produk hingga membangun hubungan dengan pelanggan.

“Kita sadar kita harus edukasi merchant bagaimana jualan online seharusnya dan bagaimana membangun hubungan sama customer kita sendiri,” kata Arnold.

Menurut Arnold, Toco menerapkan konsep tanpa biaya admin untuk membantu seller mempertahankan margin sekaligus mengembangkan bisnisnya.

Toco juga menggandeng sejumlah mitra dari sektor perbankan dan logistik, termasuk J&T Express.

“Kita janji ke seller untuk bilang kita 0% selamanya. Aku mau fokus supaya kita kasih yang terbaik buat merchant, agar mereka bisa memberikan yang terbaik buat customer mereka,” ujarnya.

Load More