SuaraJabar.id - Polisi akhirnya mengungkap aksi nekat pria berinisial HS (42) yang menabrak pagar Mapolres hingga masuk ke halaman Mapolres Tasikmalaya Kota, dan menabrak water barier, Senin (21/9) dini hari akhirnya terungkap. Ternyata, motif HS menabrak pagar kantor polisi karena tak terima minuman keras miliknya disita aparat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, saat melakukan aksinya, pelaku yang sempat berteriak 'besok kiamat' itu berusaha merebut senjata api milik aparat polisi.
"Benar ada kejadian tersebut, warga Tasikmalaya inisial HS (42) yang melakukan aksi menabrak pagar Mapolres, dan melawan petugas hingga merebut senjata petugas jaga di Mapolres," katanya seperti dikutip Suara.com dari Suaraindonesia.co.id, Selasa (22/9/2020)
Erdi menambahkan, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, HS ini melakukan aksinya seorang diri.
"Jadi pria ini melakukan aksinya secara individu, kami dalami bahwa pria ini kecewa karena sehari sebelumnya, toko miras yang dimilikinya disita polisi" katanya.
Dia mengatakan, saat menerobos gerbang Mapolres dan mendekati petugas jaga, HS berkata "besok kiamat".
"Jadi pelaku inisial HS ini sempat berkata didepan petugas jaga, dengan kalimat "besok kiamat"," jelasnya.
Untuk mengetahui latar belakang HS, penyidik Polres Tasikmalaya Kota sudah melakukan pendalaman kepada sosok HS ini
"Tidak ada latar belakang ke arah radikalisme, dan secara psikologis juga sehat. Sehingga dipastikan aksi HS ini individu," terangnya.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Penabrak Polres Tasik Sembari Teriak 'Besok Kiamat' Ditahan
Polisi saat ini menjerat tiga pasal kepada HS, yakni pasal 356, pasal 213, pasal 406 KUHP.
"Pasal melawan petugas, perusakan aset, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun," pungkasnya
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri